8 Faedah yang Berharga Dari Pengamatan Hatim rahimahullah

8 Faedah yang Berharga Dari Pengamatan Hatim rahimahullah

329
0
BERBAGI

Berikut ini 8 faidah yang berharga dari Hatim rahimahullah, hendaklah kita mengambil pelajaran dari nya. Diriwayatkan Syaqiq Al-Balkhy rahimahullah, bahwa ia bertanya kepada Hatim :

“Engkau telah menemaniku dalam waktu yang singkat, lalu apa saja yang telah engkau pelajari dari ku?”Hatim rahimahullah menjawab : “Aku telah belajar delapan hal yaitu :

PERTAMA
Sesungguhnya aku suka mengamati manusia. Setiap orang itu memiliki seseorang yang dicintainya. Ketika ia sampai ke kubur nya, ia meninggalkan orang yang dicintai nya itu. Sehingga ku jadikan rasa cintaku kepada kebaikan-kebaikan ku yang aku kerjakan, agar ia juga bersama ku didalam kubur.

KEDUA
Ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya.” [al-Quran surat an-Nazi’at ayat 40] Akhirnya, aku bersungguh – sungguh saat menjaga hawa nafsu sehingga hawa nafsu itu berada dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

KETIGA
Sesungguhnya aku mengamati, bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang bernilai dalam pandangan nya, lalu dia pun menjaganya. Kemudian ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Apa yang disisi mu akan lenyap, dan apa yang ada disisi Allah adalah kekal.” [al-Quran surat an-Nahl ayat 96] Jika sesuatu yang berharga itu bersama ku, aku beralih kepadanya agar ia tetap ada padaku.

KEEMPAT
Sesungguhnya aku mengamati, bahwa manusia cenderung kembali kepada harta, keturunan dan keagungan, yang kesemuanya itu bukalah sesuatu yang mulia, maka ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah orang yang paling taqwa diantara kalian.” [al-Quran surat al-Hujurat ayat 13] Akhirnya, aku berbuat dalam garis ketakwaan agar aku mulia disisi-Nya.

KELIMA
Sesungguhnya aku mengamati manusia, jika mereka saling iri satu sama lain. Maka ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” [al-Quran surat az-Zukhruf ayat 32] Akhirnya, aku meninggalkan sifat iri tersebut.

KEENAM
Sesungguhnya aku mengamati manusia, jika mereka saling bermusuhan satu sama lain. Maka ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu).” [al-Quran surat Fathi ayat 6] Akhirnya, aku tidak lagi bermusuhan dengan mereka, tetapi hanya kepada syaitan aku bermusuhan.

KETUJUH
Sesungguhnya aku mengamati, bahwa manusia merendahkan diri mereka dalam hal mencari rezeki. Maka ku amati firman Allah Subhanahu wa ta’ala : “Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi, melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.” [al-Quran surat Huud ayat 6] Akhirnya, aku sibuk dengan perkara yang diwajibkan Allah kepadaku dan aku meninggalkan apa yang menjadi bagian ku disisi-Nya.

KEDELAPAN
Sesungguhnya aku mengamati, banyak dari mereka yang mengandalkan perdagangan, hasil produksi dan kesehatan badan mereka, tetapi aku mengandalkan dan berserah diri hanya kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.”

[Minhajul Qashidin hal 53-55, Imam Ibnu Qudamah]

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.