Ajari Anak Sifat Kesatria

Ajari Anak Sifat Kesatria

97
0
BERBAGI

Kanak-kanak adalah suatu masa dimana sifat egois lebih dominan.

Mereka enggan untuk mengalah, ingin mendapatkan yang terbaik, dan ingin menjadi yang pertama setiap kali ada persaingan dengan anak-anak lain.

Semua benda-benda yang ada disekelilingnya akan diklaim sebagai miliknya. Anak-anak lain pun tidak diperbolehkan untuk menggunakan ataupun memegang benda-benda tersebut.

Terlebih jika ia memiliki seorang adik yang tidak terlampau jauh umurnya darinya. Dimana rasa cemburunya sangatlah besar, manakala orang tua terkesan lebih mengistimewakan adiknya.

Bertolak dari sini munculah tindakan-tindakan dari anak yang dinilai oleh kebanyakan orang tua sebagai kenakalan, sejatinya hal tersebut merupakan ekspresi dari seorang anak yang ingin agar dirinya lebih diperhatikan.

Mindset sang anak sebenarnya bisa dikemudikan oleh orang tua, bilamana orang tua paham akan hal tersebut.

Sang anak yang menunjukkan sikap egois, arogan ataupun nakal terhadap anak lain ataupun adiknya, bisa kita rubah perilaku tersebut secara aktif dan berkesinambungan, dengan menanamkan sifat kesatria dalam diri mereka.

Dari mengajarkan mereka agar menyayangi sesama, terutama kepada yang lebih kecil darinya, mendahulukan yang lemah, ajarkan mereka agar senang berbagi.

Ajari mereka dengan lembut, dan beri pengertian kepada mereka dari hati ke hati, bukan dengan amarah ataupun bentakkan.

Jangan menyalahkan kenakalan mereka dengan kalimat-kalimat yang terkesan memojokkan, namun beri pengertian dan penjelasan kepada mereka secara kontinyu bahwa hal tersebut adalah tidak baik, sekaligus arahkan mereka untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih baik dan kesatria.

Berilah apresiasi, sanjungan dan pujian kepada mereka, manakala mereka melakukan hal-hal baik.

Saat mereka tahu bahwa perbuatan baik akan menuai apresiasi, pujian dan sanjungan, maka hal tersebut akan menjadi kepuasan batin sendiri bagi mereka.

Sehingga perbuatan baik tersebut lama kelamaan akan menjadi karakter mereka, sembari kita isi dengan nilai-nilai iman, bahwa perbuatan baik akan menuai pahala, ampunan dan Surga, sedang perbuatan jelek akan menuai dosa, murka dan Neraka.

Jangan bosan untuk terus menerus mendidik dan meluruskan anak-anak kita, ingatlah bahwa mereka adalah aset akhirat kita yang sangat berharga.