Ajarkan Anak Arti Mensyukuri

Ajarkan Anak Arti Mensyukuri

277
0
BERBAGI

Jiwa anak-anak adalah jiwa yang masih polos, yang bisa dikotori dengan akhlak yang jelek, ataupun dihiasi dengan akhlak yang baik. Tergantung bagaimana orang tua melatih anak-anaknya bersikap sejak dini.

Anak-anak yang terbiasa hidup manja, mewah, semua serba disediakan dan dituruti, tentulah agak sulit menerima kenyataan, jika suatu saat kenikmatan yang ada pada dirinya dicabut oleh ALLAH.

Sebaliknya, anak-anak yang sudah terbiasa hidup miskin dan kekurangan, tentulah lebih bisa menghargai kenikmatan yang ALLAH karuniakan kepadanya.

Kecuali anak-anak miskin yang sudah terpengaruh gaya hidup hedonis, disebabkan pergaulan yang salah.

Benarlah apa yang disabdakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم

أَقِلُّوا الدُّخُولَ عَلَى الأَغْنِيَاءِ ، فَإِنَّهُ لَحَرِيٌّ أَنْ لا يَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Jangan terlalu banyak bergaul dengan orang-orang kaya, karena hal tersebut lebih menjadikan kalian agar tidak meremehkan nikmat ALLAH (atas kalian).” (al-Hakim dalam al-Mustadrak)

Dan diantara seburuk-buruk manusia disisi ALLAH adalah orang miskin yang sombong dan berlagak kaya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلَا يُزَكِّيهِمْ، وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ، وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ، شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ

“Tiga golongan yang tidak akan diajak bicara oleh ALLAH pada hari kiamat, tidak disucikan, tidak pula dilihat (dengan pandangan rahmat), dan bagi mereka adzab yang pedih; Orang tua yang berzina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” [HR. Muslim]

Karena pada umumnya orang miskin tidak lah berlaku sombong, karena sebab-sebab yang membuat sombong dari harta, kekuasaan, materi dan semacamnya tidak ia miliki. Manakala ia berlagak sombong, maka itu menjadi dalil akan buruknya tabiat orang tadi.

Sehingga sudah seyogyanya bagi setiap orang tua untuk mengajari anak-anaknya menjadi anak-anak yang pandai mensyukuri, tidak mudah mengeluh dan mencela karunia ALLAH, dalam keadaan apa pun itu.

Pahamkan kepada anak-anak di saat berkecukupan bahwa semua nikmat berasal dari ALLAH dan semua itu akan sirna, dan pahamkan kepada mereka disaat kekurangan untuk belajar bersabar, menerima keadaan, hidup bersahaja karena sejatinya itu hanya di dunia saja.