AL-MUFLIS (ORANG BANGKRUT) GAGAL DISEBABKAN PERLAKUAN BUKAN DISEBABKAN IBADAH

AL-MUFLIS (ORANG BANGKRUT) GAGAL DISEBABKAN PERLAKUAN BUKAN DISEBABKAN IBADAH

235
0
BERBAGI

Rasulullah ﷺ mensifati orang muflis (bangkrut) bahwasanya mereka datang pada hari kiamat dengan:
– Shalat (ibadah).
– Puasa (ibadah).
– Zakat (ibadah).

Catatan: Orang muflis (bangkrut) tersebut telah mendapatkan derajat kesuksesan/lulus melewati ujian ibadah-ibadah..

Akan tetapi bagaimana tentang perlakuan dan perilakunya???
Jawabannya kita bisa liat pada lanjutan hadis berikut:

(…ia datang dan telah:
– Mencaci maki orang ini (perlakuan).
– Memakan harta orang ini (perlakuan).
– Memukul orang ini (perlakuan).

Dan di akhir hadis: (..maka yang ini diberi sebagian dari kebaikan-kebaikanya; ini juga diberi sebagian kebaikan-kebaikanya. Jika kebaikan-kebaikan dia telah habis, sebelum dia diadili; dosa-dosa mereka diambil untuk dibebankan atas dia. Lalu dia dicampakkan ke dalam neraka.”

Engkau mendapatkan bahwa sesungguhnya kegagalannya jatuh dalam hal perlakuan yang menghancurkan kesuksesannya dalam hal ibadah!!

Hasil nilai akhir adalah: Kegagalan= Dicampakkan ke dalam neraka..!!

Pada kehidupan nyata, kita sering melihat orang yang mempunyai akhlak yang baik (perlakuan), maka kita mendapati orang tersebut telah mencapai derajat orang yang berpuasa dan orang melakukan shalat malam (ibadah) disebabkan oleh kebaikan akhlaqnya..

Perhatikan hadis berikut:

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ
Artinya: “Sesungguhnya seorang mukmin, dengan kebaikan akhlaknya, dapat mencapai derajat orang yang berpuasa dan qiyamul lail.” (Abu Dawud).

Itu karena ibadah-ibadah tidak akan tegak tanpa akhlaq yang baik, dan sesungguhnya ibadah-ibadah tersebut apabila tidak berbuah akhlak yang baik maka sudah sepatutnya orang tersebut untuk mengintropeksi dirinya..

Maka perhatikanlah bagaimana Al-Qur’an dan As-Sunnah menghubungkan antara ibadah dan akhlak yang baik:

Shalat: {Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar}. Al-Ankabut: ayat 45.
Shalat berbuah perilaku baik.

Zakat: {..dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka}. At-Taubah: ayat 103.
Zakat berbuah pembersihan diri dan pensuciannya.

Puasa: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, mengamalkannya dan bersikap bodoh, maka Allah tidak butuh terhadap sikapnya meninggalkan makan dan minumnya (puasanya)”.
Ibrah/pelajaran dari berpuasa bukanlah rasa lapar dan haus, akan tetapi dengan apa yang dihasilkannya dari akhlak yang baik.

Haji: {..maka tidak boleh perkatan/perbuatan keji, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji}. Al-Baqarah: ayat 197.

Ya, semua ibadah-ibadah pasti berbuah akhlak yang baik dan perilaku yang lurus..

(Tidak ada sesuatu apa pun yang lebih berat di timbangan seorang Mu’min pada hari kiamat dari pada Akhlak yang baik) Al-Hadis..