Bahaya Laten Dayuts

Bahaya Laten Dayuts

598
0
BERBAGI

Dayuts secara sederhana adalah hilangnya rasa cemburu dari seorang suami terhadap perbuatan maksiat yang dikerjakan oleh istri dan anak-anaknya.

Istri dan anak-anak perempuan keluar dengan tidak menutup aurat, berkhalwat atau berdua-duaan dengan lelaki yang bukan mahramnya, kemudian tidak ada perasaan cemburu dalam hati suami, terlebih lagi mencegahnya, maka inilah yang disebut dengan bencana dayuts.

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما berkata, “Bahwasanya Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

ثلاثةٌ قد حَرّمَ اللهُ – تَبَارَكَ وَتَعَالَى – عليهم الجنةَ : مُدْمِنُ الخمر ، والعاقّ ، والدّيّوثُ الذي يُقِرُّ في أَهْلِهِ الخُبْث

“Tiga kelompok yang diharamkan ALLAH Tabaraka wa Ta’ala masuk Surga; Pecandu arak, anak durhaka, dan dayuts orang yang membolehkan istrinya berbuat al-khubts (maksiat).” [HR. Ahmad dan an-Nasa’i]

Dan ‘al-khubts’ yang dimaksud dalam hadits secara umum adalah maksiat-maksiat yang menjerumuskan pada perbuatan zina, dari mengumbar aurat, pacaran, dialog dengan non mahram yang tidak ada hajatnya, bebas berkeluyuran dan semisalnya.

Ali رضي الله عنه berkata, “Apakah kalian tidak merasa cemburu istri-istri kalian pergi keluyuran?. Sungguh telah sampai beritanya kepadaku, jika istri-istri kalian bebas pergi berkeluyuran di pasar-pasar berdesak-desakan dengan para lelaki.” [HR. Ahmad]

Hilangnya perasaan cemburu dalam hati seorang suami terhadap istri dan anak-anaknya benar-benar membuka kerusakan yang begitu besar di zaman ini.

Dari pergaulan bebas antara lawan jenis, tren-tren busana yang lebih menpertontonkan aurat, ajang-ajang perlombaan yang mempertontonkan aurat, bangga menjadi model, dan perzinahan yang sudah tidak diragukan lagi penyebarannya yang begitu cepat di zaman ini, karena hilangnya kecemburuan dalam dada seorang suami.

Dan bahaya laten dayuts ini, yang berimbas pada merebaknya perzinahan benar-benar akan mengundang kemurkaan ALLAH, tidakkah cukup bagi kita untuk takut terhadap ancaman berikut.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله

“Jika perbuatan zina dan transaksi riba telah berkembang di sebuah daerah, maka benar-benar penduduknya telah menghalalkan adzab ALLAH atas diri mereka.” [Shahih al-Jami’ 679]