Berdoalah kepada Yang Maha Mendengar

Berdoalah kepada Yang Maha Mendengar

22
0
BERBAGI

Banyak dari kita memiliki permasalahan dalam hidup ini ,dan terkadang permasalahan tersebut membuat kita pusing tujuh keliling. Salah satu permasahan tersebut adalah mempunyai keturunan di mana usia pernikahan sudah lama akan tetapi belum juga dikarunia seorang anak, maka salah satu solusi dari setiap permasalahan yang ada adalah berdoa, meminta kepada Allah agar dimudahkan dalam setiap permasalahan yang ada dalam hidup ini, sebagaimana hal ini dilakukan oleh nabi Zakaria, ketika di usia yang sudah lanjut beliau belum di karunia seorang anak, maka tidak bosan beliau berdoa kepada Allah

Allah berfirman,
هُنالِكَ دَعاَ زَكرِيَّا رَبَّهُ قالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةُ إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعاَء
“Di sanalah Zakariya berdoa kepada Rabnya, dia berkata, ‘Ya Rabbi, berilah aku dari sisiMu seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha mendengar doa.” (Al Imran : 38)

Manakala Zakariya melihat Allah memberi rizki kepada Maryam berupa buah-buahan musim dingin di musim panas dan sebaliknya, maka timbul dalam dirinya hasrat untuk mempunyai anak, sekalipun dirinya sudah tua, beruban, tulangnya pun sudah lemah, di samping istrinya juga sama dengan dirinya, tua dan mandul. Sekalipun dari sisi pertimbangan manusia, suami istri dalam umur Zakariya dan istrinya, tidak mudah untuk punya anak, tetapi Zakariya tahu bahkan yakin bahwa tidak ada yang sulit bagi Allah, karena Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, Zakariya tidak putus harapan terhadap kehadiran seorang anak. Maka Dia mengetuk pintu langit, “Ya Rabbi.” Dia bertawasul kepada Allah dengan rububiyahNya, karena hajatnya yaitu kelahiran anak terkait dengan sisi rububiyahNya. Dia memohon kepada Rabbnya anak yang shalih, bukan asal anak, tetapi anak yang shalih, yang doanya berguna bagi orang tua sesudah kematian. Lalu Zakariya menutup doanya dengan menyebut sifat sam’u, mendengar bagi Allah, bahwa Allah mendengar doanya yang otomatis menjawab dan mengabulkan dan demikian yang terjadi.

Petunjuk Ayat

1- Doa hanya benar dipanjatkan kepada Rabb Subhanahu wa Ta’ala.

2- Hajat para nabi kepada Allah, ini artinya mereka adalah para hamba.

3- Hanya Allah yang merizkikan anak kepada siapa yang Dia kehendaki.

4- Ikhtiar mendapatkan anak melalui doa.

5- Bagi pasangan suami istri yang terlambat punya anak, contohlah Zakariya yang tidak putus asa dan terus berdoa kepada Allah.

6- Keutamaan anak yang shalih, karena itu Zakariya tidak hanya memohon anak, tetapi anak yang shalih.

7- Sifat sam’u, mendengar bagi Allah, bahwa di antara yang didengar oleh Allah adalah doa hambaNya.

Wallahu a’lam.