Cari Rezeki Yang Berkah

Cari Rezeki Yang Berkah

334
0
BERBAGI

Cari uang bukan sekedar mencari uang, sebagaimana ihwalnya penganut paham materialisme, yang menghalalkan segala macam cara agar bisa memperoleh uang dan keuntungan materi.

Orang-orang semacam ini dalam agama Islam disebut sebagai budak dunia, hamba-hamba rupiah dan dollar. Tidak mempedulikan yang halal dan yang haram dalam bermuamalah, yang paling penting bahwa dirinya dapat memperoleh keuntungan dunia, yang dengannya ia bisa menikmati kenikmatan dunia.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم telah bersabda,

«تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ، وَعَبْدُ الدِّرْهَمِ، وَعَبْدُ الخَمِيصَةِ، إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ، وَإِنْ لَمْ يُعْطَ سَخِطَ، تَعِسَ وَانْتَكَسَ»

“Celaka hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian, jika diberi mereka senang, dan jika tidak diberi mereka menggerutu. Celaka dan terpuruklah mereka.” [HR. al-Bukhari]

Bagi seorang muslim, mencari uang bukanlah sekedar mencari uang, tapi bagaimana mencari berkah daripada uang ataupun rezeki yang didapat.

Karena keberkahan daripada rezeki akan menuai kebaikan di dunia maupun di akhirat.

Seorang muslim sejati sangat paham, bahwa uang yang ia peroleh dari harta yang haram justru akan menjadi benalu bagi dirinya baik di dunia maupun di akhirat.

Di dunia, dengan uang yang haram seorang hamba tidak akan mendapat berkah ketaatan, diharamkan kelezatan iman, hatinya semakin keras dan rusak, kehidupannya sempit tidak mendapat ketenangan batin, sering dirudung duka dan masalah, serta tidak akan sabar dengan ujian hidup.

Di akhirat, seluruh badannya yang tumbuh dari harta yang haram diancam dengan neraka.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتْ النَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Tidak ada sekerat daging pun yang tumbuh dari sesuatu yang haram, melainkan Neraka lebih layak untuk membakarnya.” [HR. at-Tirmidzi]

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله, “Makanan akan akan terolah dalam badan, tercampur dan akan tumbuh dengannya, sehingga ia akan menjadi bagian daripada materi ataupun unsur darinya.

Jika makanan tadi buruk (haram) maka badan pun akan menjadi buruk sehingga berhak diadzab Neraka, oleh sebab inilah Nabi, صلى الله عليه وسلم pernah bersabda, ‘Setiap badan yang tumbuh dari makanan haram, maka Neraka lebih layak baginya’. Adapun Surga adalah baik, maka tidak akan masuk ke dalamnya kecuali yang baik.” [Majmu al-Fatawa, 21/541]

Maka hendaknya setiap manusia untuk memperhatikan benar-benar perkara ini, jangan sampai ia memberi makan diri dan keluarganya dari makanan yang haram baik secara dzatnya ataupun cara memperolehnya.