Cerdas Mengatur Uang Belanja

Cerdas Mengatur Uang Belanja

452
0
BERBAGI

Pemasukan bulanan tiap-tiap rumah tangga tentulah berbeda-beda.

Diantara rumah tangga ada yang suaminya adalah pekerja kantoran ataupun karyawan, yang tiap bulan mendapat penghasilan tetap, namun acapkali nominal tersebut harus di potong kasbon, hutang, angsuran bulanan dan pengeluaran tetap lain, sehingga nominal yang tersisa hanya cukup untuk mengganjal perut semata.

Tidak jauh pula kondisinya dari rumah tangga yang para suaminya adalah pedagang, wiraswasta, sopir, dan pekerja serabutan, yang etos kerja mereka ialah, tetap berpenghasilan, dan bukan berpenghasilan tetap.

Oleh karenanya sebagai seorang istri dalam sebuah rumah tangga, ia dituntut untuk cerdas dalam mengatur pengeluaran belanja rumah tangga. Sehingga dengan anggaran yang ada, rumah tangga tersebut tetap bisa terpenuhi kebutuhan pokoknya, hingga pemasukan rumah tangga berikutnya datang.

Dalam hal ini seorang istri harus mengetahui PBRT (Prioritas Belanja Rumah Tangga), sehingga anggaran belanja bisa lebih efektif.

Untuk menunjang hal tersebut, insyaallah kiat-kiat berikut bisa sedikit membantu;

Pertama, Jangan biasakan berhutang.

Karena mayoritas istri sangat gemar membeli perlatan masak, perabotan, pembuat kue, tuperware, kosmetik, yang tak jarang barang-barang tersebut disediakan secara kredit, dan merebaknya virus kredit ini justru membuat orang semakin gemar berhutang. Maka, supaya pengeluaran bulanan lebih tepat sasaran, jika memang tidak dibutuhkan jangan sekali-kali berhutang.

Kedua, Utamakan kebutuhan primer.

Utamakanlah membeli dan mencukupi kebutuhan primer, dari pangan, sandang dan papan. Sisihkan yang paling utama untuk membeli beras dan lauk, membayar listrik, air, gas, bayar kontrakan.

Ketiga, Pilih yang standar dari kebutuhan primer.

Tidak perlu memilih yang bermutu paling tinggi, jika merek yang standar juga tidak jauh beda.

Keempat, Efektifkan fungsi pemakaian.

Jika sebuah rumah tangga baru berdua belum ada anak, maka cukup pilih kontrakan yang hemat dan sesuai tidak terlalu besar. Jika kita butuh hp untuk sekedar telpon dan sms, maka tidak perlu beli android.

Kelima, Buang jauh kebiasaan bergaya hidup.

Sering keluar, belanja, jalan-jalan ke mall, makan-makan di restoran, travelling, nonton film, tidak menghabiskan energi dan waktu dengan menonton TV. Membiarkan lampu menyala, komputer menyala, kran menyala padahal sudah tidak diperlukan.

Keenam, Bersyukur dan qana’ah.

Tetap syukuri berapa pun pendapatan rumah tangga kita, dan qana’ah (merasa cukup) dengan semua itu, insyaallah dengannya ALLAH akan munculkan keberkahan yang mungkin akan nampak dari kesehatan keluarga kita, kecerdasan anak-anak kita, keshalihan penghuni rumah tangga, keharmonisan kehidupan dan seterusnya.