Cinta sejati dari suami kepada istri dan istri kepada suami

Cinta sejati dari suami kepada istri dan istri kepada suami

512
0
BERBAGI

Sering dari suami membanggakan betapa besar rasa cintanya kepada istrinya, dengan mendengungkan dan memuji istrinya di siang dan malam tetapi ketika istrinya ia lihat bermalas-malsan beribadah, dan melakukan maksiat-maksiat lainnya dia tidak menasehatinya, maka saksikanlah wahai suami bahwa ini bukanlah cinta sejati.

Begitu juga dengan sang istri, tetapi andai kita membuka tutup kebenaran maka akan kita dapati cintanya hanya bersifat semu belaka dan tidak kekal karena suaminya mungkin banyak melakukan maksiat namun ia membiarkannya, padahal
Arti cinta yang paling luhur dan paling tinggi, rasa manisnya tidak dapat dikecap oleh sedikit orang yang perasaan mereka mampu melangkahi batas-batas kehidupan dunia dan membawa cinta mereka naik ke taman-taman surga. Inilah cinta yang hakiki yang jalan merengkuhnya tidak diketahui oelh kebanyakan orang, sehingga mereka tidak merasakan kelezatannya dan kehilangan keuntungan yang teramat besar.

Wahai para suami yang sholeh jadikanlah istrimu sebagai mitra setia untuk tolong menolong dan nasehat-menasehati dalam menegakkan ketaatan kepada Allah, Sambutlah seruan Rabbmu:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa ( al maidah ayat 2)
Begitu juga wanita sangat mempunyai pengaruh yang besar pada diri laki-laki
Nabi bersabda “aku tidak melihat orang yang akal dan agamanya kurang, tapi mampu menundukkan lelaki yang tegas selain salah satu dari kalian (wanita)
wanita yang menimang bayi dalam satu tangannya dan mereka juga mampu menggoyang dunia dengan tangan satunya, mereka juga berkata “ dibelakang setiap laki-laki berpengaruh, ada seorang wanita”
keshalihan umat bergantung pada keshalihan wanita.

Bukankah Rosululloh memuji suami-istri yang bahu membahu dalam mentaati Rabbnya, ruku’ dan sujud di tengah gelapnya malam, ketika kebanyakan manusia terlelap dalam tidurnya
عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : « رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً قَامَ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّى وَأَيْقَظَ امْرَأَتَهُ ، فَإِنْ أَبَتْ نَضَحَ فِي وَجْهِهَا الْمَاءَ ، رَحِمَ اللَّهُ امْرَأَةً قَامَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَصَلَّتْ وَأَيْقَظَتْ زَوْجَهَا ، فَإِنْ أَبَى نَضَحَتْ فِي وَجْهِهِ الْمَاءَ » رواه أبو داود وغيره
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam, hari lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan istrinya, kalau istrinya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya (supaya terbangun). Dan semoga Allah merahmati seorang perempuan yang bangun di malam hari, lalu dia melaksanakan shalat (malam), kemudian dia membangunkan suaminya, kalau suaminya enggan maka dia akan memercikkan air pada wajahnya (supaya terbangun).

Maka marilah kita sama-sama kita tunjukkan cinta sejati kita tehadap pasangan kita serta menunaikan amanah dan hak pasangan, niscaya pertemuan dengan Allah akan terlaksana.