Doa : “Semoga Anakku Jadi Seperti si Fulan…” Bolehkah?

Doa : “Semoga Anakku Jadi Seperti si Fulan…” Bolehkah?

466
0
BERBAGI

Banyak orang tua berdoa kepada ALLAH, berharap agar anaknya menjadi seperti si fulan, atau agar anaknya menjadi seperti si ‘alan.

Karena secara zhahir mereka melihat bahwa si fulan dan si ‘alan ini adalah orang-orang hebat dan orang-orang baik, hingga mereka ingin supaya anaknya dapat menjadi seperti mereka.

Sebelum menjawab boleh atau tidaknya hal tersebut, ada baiknya kita mecermati kisah berikut,

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, “Suatu hari seorang bayi menyusu kepada ibunya, hingga sekonyong-konyong berlalulah seorang pengendara kuda yang gesit dan berpakaian menawan (di hadapan mereka).

Maka ibu sang bayi pun memanjatkan doa, ‘Ya ALLAH. Jadikanlah anakku ini seperti orang itu.’

(Tanpa disangka) bayi tersebut pun melepaskan hisapannya, dan berbalik memandang kepada lelaki tadi, kemudian ia berdoa, ‘Ya ALLAH, jangan jadikan hamba seperti dia.’ Sembari kembali menetek meneruskan hisapannya.”

***

“Kemudian berlalulah (sekumpulan manusia) mengarak seorang budak perempuan dan mereka pun memukulinya sembari mencemooh, ‘Dasar pezina dan pencuri’.

Sedang (budak perempuan tadi) senantiasa mengatakan, ‘Cukuplah ALLAH bagiku, dan DIA sebaik-baik Penolong.’

Maka ibu sang bayi berkata, ‘Ya ALLAH, jangan jadikan anakku sepertinya.’

(Tanpa disangka) bayi tersebut pun melepaskan hisapannya, dan berbalik memandang kepada budak perempuan tadi seraya berdoa, ‘Ya ALLAH, jadikanlah hamba semisalnya.’

Maka karena keanehan hal ini ibu sang bayi pun mengilas balik, ‘Tadi lewat lelaki yang berpenampilan gagah, kemudian aku berdoa, ‘Ya ALLAH jadikanlah anakku sepertinya. Kamu malah berdoa, ‘Ya ALLAH jangan jadikan aku sepertinya.’

Kemudian lewat lagi sekelompok manusia mengarak budak perempuan, mereka memukulinya dan mengatakan ‘pezina dan pencuri’, kemudian aku berdoa, ‘Ya ALLAH jangan jadikan anakku sepertinya. Kamu malah berdoa, ‘Ya ALLAH, jadikanlah hamba sepertinya.’

Maka sang bayi itu pun tiba-tiba menjawab, ‘Sesungguhnya lelaki tadi merupakan orang yang amat sombong, maka aku berdoa, ‘Ya ALLAH, jangan jadikan hamba semisalnya.’

Dan budak wanita yang mereka serapahi ‘pezina dan pencuri’ sejatinya ia tidak pernah berzina dan mencuri (wanita shalihah), maka aku pun berdoa, ‘Ya ALLAH, jadikanlah hamba semisalnya.'”

[Nukilan hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim]

Sedikit membaca alur dari kisah tersebut, tentulah para pembaca sekarang bisa menebak, apa kiranya jawaban dari pertanyaan di muka.

Sejatinya, doa-doa semisal diatas adalah doa-doa yang mubah saja, selama si fulan yang diharapkan sepertinya memang orang shalih dan baik.

Namun ada satu hal yang harus kita garis bawahi, bahwa akhir kehidupan manusia tidak ada yang tahu. Karena hati manusia itu berbolak-balik.

ALLAH lah yang lebih Maha Mengetahui siapa orang yang lebih bertakwa diantara kita, dan orang yang akan meninggal dunia dengan husnul khotimah.

Sehingga si fulan yang hafizh Al-Qur’an atau ulama sekalipun, maka afdhalnya tidak perlu kita mendoakan anak-anak kita agar menjadi seperti mereka.

Namun doakanlah dengan doa kebaikan secara umum bagi anak-anak kita, agar mereka menjadi anak-anak shalih dan shalihat serta berbakti kepada orang tua.
ALLAHu a’lam.

BERBAGI
Artikel sebelumyaFatwa Ulama
Artikel berikutnyaSuami Idaman Istri