Gerakan Maghrib-Isya Mengaji

Gerakan Maghrib-Isya Mengaji

782
0
BERBAGI

Zaman ketika android belum ada, acara TV masih itu-itu saja, bahkan sekampung cuma kepala desa yang punya TV.

Zaman itu justru sangat indah terasa.

Zaman dimana ketika Maghrib tiba, anak-anak berbondong-bondong pergi ke Masjid, untuk ngaji selepas shalat Maghrib hingga Isya.

Zaman dimana mengantri ngaji dengan pak Yai begitu terasa kebersamaannya. Zaman yang belum tercampur dengan musibah internet dan media sosial.

Kini adegan-adegan di zaman tersebut hanya bisa ditemui di pelosok-pelosok pedesaan, dimana listrik masih dianggap barang mewah. Atau di kampung-kampung yang tradisi kesantriannya masih kuat.

Adapun di kota?.

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’un.

Tradisi tersebut telah berubah dengan tradisi menonton TV, tradisi bermedsos, tradisi konggres (kongko-kongko ga beres), makan-makan, jalan-jalan ke mall, dan tradisi mubazir lainnya.

Sebenarnya menggalakkan kembali tradisi baik di muka itu masih bisa, namun butuh proses.

Untuk mengawalinya, maka mulailah dari keluarga kita sendiri. Jadikan waktu antara Maghrib sampai Isya adalah waktu mengaji keluarga.

Jadikan waktu tersebut sebagai jadwal rutin anak-anak kita untuk mengaji, membaca Al-Qur’an, membaca buku, dan belajar.

Diharapkan bahwa seluruh anggota dalam keluarga juga melakukan hal yang serupa, sehingga tercipta nuansa agamis dan ilmiah di dalam keluarga.

Bukan tidak mungkin jika hal ini menjadi gerakan serentak di nusantara, maka akan menjadi titik awal kebangkitan Islam dan keilmuan kaum muslimin yang sudah begitu lama tertidur.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.