Hikmah Sujud

Hikmah Sujud

19
0
BERBAGI
SUJUD
OASEMUSLIM.COM

Hikmah Sujud

Secara umum, hikmah sujud merupakan pendidikan olah rohani. Yang dapat mengejutkan seorang mukmin di mana dan kapan pun setiap kali membaca atau mendengar Al Qur’an.

Yang demikian itu adalah merupakan ujian untuk mengukur kesiapan dirinya secara praktis dalam menerima dakwah, untuk tunduk kepada Allah dan berserah diri kepada-Nya.

Sehingga dengan demikian seorang mukmin di hadapan Allah -yang pada Allah lebih dari itu- diibaratkan seperti seorang prajurit yang dikejutkan dengan kedatangan komandannya,

meskipun hanya melihat secara spontan prajurit tersebut langsung saja memberikan salam secara suka rela, untuk menunjukkan sikap rasa patuh dan ketaatan kepada pimpinan.

Maka dengan demikian tercapailah keseimbangan ruh ubudiah secara umum, sebagaimana alam semesta ini telah tercipta sedemikian rupa. Sehingga diharapkan segera menyatakan diri untuk bersujud hanya kepada Allah tanpa menyekutukan-Nya.

Allah berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ۖ وَكَثِيرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ ۗ وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki” [Al Hajj: 18]

Dan di antara hikmah sujud adalah, keterpanggilan ilmu pengetahuan dan keimanan untuk bersujud kepada Allah. Dan meniru sujudnya para malaikat, yang selalu bersujud kepada Allah tiada henti-hentinya.

Allah berfirman,

قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا ۚ إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

“Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud” [Al Israa’: 107],

dan firman Allah,

إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka mentasbihkan-Nya dan hanya kepada-Nya-lah mereka bersujud, [Al A’raaf: 206]

Mengejek orang-orang yang tidak beragama, yang disebut dalam Al Qur’an,

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَٰنِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَٰنُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُورًا

” Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Sujudlah kamu sekalian kepada Yang Maha Penyayang”, mereka menjawab: “Siapakah yang Maha Penyayang itu? [Al Furqaan: 60]

Dan yang terakhir adalah untuk meneladani Rasulullah. dalam menghadapi para pembohong dan meneladani kekhusyukanya dalam bersujud kepada Allah. Meneladani para Nabi dan mengikuti jalan mereka. Untuk menunjukkan, bahwa agama adalah satu.

Allah berfirman:

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ

“Sekali-kali, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)”, [Al ‘Alaq: 19]

Di dalam ayat yang lain dikatakan:

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَٰنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis” [Maryam: 58 ]