Jaga Fitrah Anak

Jaga Fitrah Anak

485
0
BERBAGI

Setiap anak lahir dalam kondisi lurus akidahnya dan diatas fitrah. Lingkunganlah yang membentuk perilaku dan mencetak karakternya.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.” (HR. al

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah رحمه الله تعالى, “Adapun sabda beliau, “Setiap anak dilahirkan diatas fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.”

Yang benar bahwa yang dimaksud fitrah disini ialah fitrah yang telah ditanamkan oleh ALLAH pada setiap manusia. Fitrah itu adalah Islam.

Ialah fitrah yang disematkan pada hari ketika ALLAH berfirman,

“Bukankah AKU adalah RABB kalian?. Maka mereka menjawab, ” Ya…” (QS. al-A’raf : 172)

Dan ialah fitrah yang selamat dari akidah-akidah yang menyimpang, sekaligus fitrah yang siap menerima akidah yang shahih.”(Majmu al-Fatawa)

Pada asalnya setiap anak memiliki fitrah yang lurus dan kesiapan menerima akidah yang shahih. Namun fitrah tersebut bisa saja 180 derajat melenceng, karena tarbiyah kedua orang tuanya yang salah, atau lingkungannya yang buruk.

 

Dalam hadits qudsi ALLAH سبحانه وتعالى berfirman,

وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ، وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ، وَحَرَّمَتْ عَلَيْهِمْ مَا أَحْلَلْتُ لَهُمْ، وَأَمَرَتْهُمْ أَنْ يُشْرِكُوا بِي مَا لَمْ أُنْزِلْ بِهِ سُلْطَانًا

“Sesungguhnya AKU menciptakan hamba-hamba-KU seluruhnya dalam keadaan hanif (lurus akidahnya). Namun setan-setan mendatangi mereka hingga melencengkan mereka dari agamanya, sehingga mereka mengharamkan apa yang telah AKU halalkan. Dan menyuruh mereka untuk menyekutukan-KU yang tidak diturunkan padanya ilmu.” (HR. Muslim)

Maka sungguh peran orang tua dan lingkungan sangat dominan dalam mencetak karakter, akidah dan kepribadian seorang anak.

Seorang pujangga berkata,

وينشأُ ناشئُ الفتيـانِ منـَّا  *  على ما كان عوَّدهُ أبـوه

ومادان الفتى بحجىً و لكن  *  يعوِدهُ  التدين أقربـوه

“Dan para pemuda kami tumbuh,

diatas kebiasaan bapaknya.

Dan tidaklah seorang pemuda beragama dengan kuat,

melainkan apa yang telah dibiasakan oleh lingkungannya.”

Oleh sebab itu, jika Anda memiliki anak, jagalah betul fitrah anak tersebut. Dengan mengajarkan padanya akidah yang benar, menanamkan adab, akhlak dan budi pekerti yang luhur.

Carikan teman pergaulan yang baik. Jika perlu berhijrah ke lingkungan yang lebih baik, maka berhijrahlah jika anda mampu.

Selagi anak-anak Anda masih belia, selagi anak-anak Anda masih mudah dibujuk dan diarahkan. Sebelum tiba suatu masa dan usia, dimana anak-anak Anda menjadi seorang pemuda dewasa yang sulit diatur. Na’udzubillahi min dzalika.

Sehingga benarlah apa yang disenandungkan oleh seorang pujangga,

قد ينفعُ الأدبُ الأولادَ في صغرٍ  *  وليس ينفعُهم  من بعـده أدبُ

الغصـونُ إذا عـدلتها اعتدلت  * ولا يلينُ ولو لينتـهُ  الخشب

“Belajar adab senantiasa bermanfaat untuk anak-anak di usia belia,

dan tidaklah bermanfaat untuknya setelah usia tadi adab itu.

Ranting hijau jika kau luruskan, maka luruslah ia,

Dan tidak mungkin kau lunakkan, walau bagaimanapun kayu itu.”