Jangan Terlalu Lama Meninggalkan Istri

Jangan Terlalu Lama Meninggalkan Istri

301
0
BERBAGI

Suami adalah pakaian bagi istri, sebagaimana istri juga merupakan pakaian bagi suami.

ALLAH تبارك وتعالى berfirman,

ۚهُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُن

“Istri-istri kalian merupakan pakaian bagi kalian, sebagaimana kalian juga merupakan pakaian bagi mereka.” (QS. al-Baqarah : 187)

Berkata Ibnu Abbas, Mujahid, Sa’id bin Jubair, al-Hasan, Qatadah, as-Suddiy, dan Muqatil bin Hayyan,

“Maksudnya ialah mereka adalah penentram hati kalian, dan kalian adalah penentram hati mereka.”

Berkata Rabi bin Anas, “Mereka adalah selimut bagi kalian, dan kalian adalah selimut bagi mereka.”

Dan kesimpulannya bahwa masing-masing dari suami istri saling membutuhkan satu sama lain, saling menyentuh, dan satu ranjang. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Sehingga dipahami bahwa baik suami maupun istri, kedua-duanya saling membutuhkan, sehingga tidak boleh bagi suami untuk meninggalkan istrinya dalam waktu yang lama.

Suatu ketika Umar bin Khattab رضي الله عنه blusukan di malam hari seorang diri untuk mengetahui keadaan rakyatnya, tiba-tiba ia mendengar di balik tembok seorang wanita menyenandungkan syair :

طاول هذا الليل وازوارجانبهُ
وأراقني ان لاخليـل الاعبـهُ
فوالله لولا الله لا رب غيـرهُ
لحراك من هذا السرير جوانبهُ
ولكن تقوى الله عن ذا تصدني
وحفظاً لبعلي ان تنال مراكبهُ

Malam ini terasa begitu panjang dan mencekam
Menyiramku dengan kepiluan karena tiada kekasih mendampingi

Andaikan bukan karena ALLAH yang tiada Rabb selain-NYA
Tentu akan bergetar sisi-sisi ranjang ini

Namun takwa menghalangiku darinya
Kan kujaga kehormatan suamiku semoga dia lekas kembali

Syair tersebut menggambarkan betapa tersiksanya seorang wanita yang ditinggal lama oleh suaminya yang pergi berjihad, hingga ia pun sangat merindukan dan membutuhkan belaian suaminya.

Singkat cerita Umar رضي الله عنه pun bertanya kepada Hafshah رضي الله عنها berapa lama seorang wanita mampu bertahan ditinggal suaminya, maka beliau menjawab empat bulan.

Sehingga Umar رضي الله عنه akhirnya memerintahkan supaya masa penugasan setiap tentara yang beristri tidak lebih dari empat bulan.

Maka, para suami yang merantau jauh dari istrinya diluar kota, luar pulau, ataupun luar negeri, hendaknya memperhatikan hal ini.

Hendaknya membuat jadwal rutin untuk pulang menemui istrinya paling maksimal lamanya adalah empat bulan. Jika memang ia belum sanggup memboyong serta istri dan anak-anaknya ke tempat kerjanya.

BERBAGI
Artikel sebelumyaRumus Bahagia
Artikel berikutnyaKorban Broken Home