Jilbab Ga-ul(ah-ulah)

Jilbab Ga-ul(ah-ulah)

382
0
BERBAGI

Jilbab gaul. Lucu sebenarnya. Karena frasa yang kontradiksi.

Jilbab yang merupakan ikon syar’i disandingkan dengan gaul.

Gaul merupakan interpretasi dari tren, modis, kekinian, yang standarnya mengikuti selera manusia, yang tentu bertolak belakang dengan jilbab yang batasannya telah dijelaskan oleh syariat.

Jilbab sejatinya ga-ulah-ulah alias ga banyak polah, ga ribet, simple dan syar’i, yang paling penting cantik di mata ALLAH.

Namun sebagian manusia berusaha mengaburkan makna dari jilbab itu sendiri, kemudian membalutnya dengan istilah modis, stylish, motif couple, dan semacamnya.

Sehingga fungsi utama dari jilbab yang menutup keindahan wanita, justru disulap menjadi semakin memperindah wanita, dengan padanan warna mencolok yang pas, renda, bordir, model jilbab, yang semua itu sebenarnya hanya sebatas bentuk fashion menutup rambut dan badan gaya baru.

Jadilah istilah jilbab gaul mulai dikenal.

Sebenarnya seperti apa sih jilbab yang syar’i itu?.

ALLAH تبارك وتعالى telah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Wahai Nabi, perintahkanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang yang beriman, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan ALLAH adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Ahzab : 59]

Jilbab bermakna kain penutup besar semacam khimar, yakni semacam selimut lebar. [Lihat Fathul Qadir, 2/1184]

Dalam ayat ini ALLAH menyebutkan bahwa wajib bagi para wanita beriman untuk mengulurkan jilbab tadi ke seluruh tubuh mereka.

Dalam ayat lain disebutkan,
Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya….” [QS. an-Nur : 31]

Perhiasan yang biasa nampak menurut Atha’ dan al-Auza’i ialah wajah dan telapak tangan. Sehingga selain keduanya wajib bagi wanita untuk menutupnya.

Dan hendaknya mereka menjulurkan kain kerudung hingga ke dadanya.

Dalam ayat diketahui bahwa jilbab boleh berbentuk satu kain seperti selimut yang menutupi seluruh tubuh dari atas hingga bawah, atau berbentuk dua kain yang pertama berbentuk baju yang menutupi seluruh tubuh, dan kedua kain kerudung yang menutup dada.

Sehingga yang dipersyaratkan di dalam jilbab itu :

1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

2. Lebar atau tidak sempit yang membentuk lekukan tubuh, karena hal tersebut menafikan fungsi dari jilbab.

3. Tidak transparan atau tembus pandang, karena hal tersebut sama saja dengan tidak berjilbab.

4. Tidak berwarna cerah mencolok, karena fungsi dari jilbab ialah menutupi keindahan wanita dari lelaki asing, dan warna cerah justru menjadikan pandangan lelaki terpana padanya.

BERBAGI
Artikel sebelumyaPrivasi Suami
Artikel berikutnya50 HADITS