Kebersamaan dalam Sabar dan Istiqomah

Kebersamaan dalam Sabar dan Istiqomah

1750
0
BERBAGI

“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan di dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” Ustadz Budi Ashari, Lc membacakan ayat 28 dalam Surat Al Kahfi pada musyawarah kerja Tim Parenting Nabawiyyah, Sentul, Bogor, Rabu (25/012/2015).

Pembina Parenting Nabawiyyah ini, mengungkapkan bahwa Al Quran menyebutkan kata ma’iyah (kebersamaan) berkali-kali. Beliau mengingatkan tim yang hadir tentang kebersamaan Rasul dengan orang-orang beriman. Kebersamaaan dengan orang-orang yang berdzikir dan tidak berpaling karena mengharapkan perhiasan di dunia.

Hal tersebut harus menjadi perhatian besar bagi tim, karena Parenting Nabawiyyah adalah sebuah lembaga yang tidak bisa berjalan sendiri. Selain kewajiban menjaga soliditas internal tim, Parenting nabawiyyah pun seringkali berhubungan dengan berbagai pihak dan lembaga. Maka, penting untuk mampu menahan diri dalam upaya agar tetap bersama meraih kemenangan hakiki.

“Sabarkanlah dirimu bersama orang-orang yang berdoa kepada Rabb mereka.” Serunya.

Pakar siroh Nabawiyah ini mengungkapkan bahwa dalam kebersamaan sangat mungkin ada kesalahan. Bahkan kesalahan-kesalahan itu terjadi di zaman Rasul dan para sahabat, karena level sahabat yang bermacam-macam. Karena itu, selain kesabaran, dalam kebersamaan membutuhkan keistiqomahan.

“Maka istiqamahlah kau (Muhammad) sebagaimana diperintahkan bersama orang yang taubat…”

Ustadz Budi menjelaskan kata taubat alam ayat 22 surat Hud tersebut menujukkan bahwa ada kesalahan yang terjadi di antara para sahabat Nabi, kemudian ada upaya perbaikan. Ini tidak dimaksudkan sebagai sebuah pembenaran terhadap kesalahan-kesalahan hari ini, namun untuk mengingatkan bahwa hidup bersama orang-orang beriman pun tidak luput dari kesalahan yang terjadi. Maka, diperlukan taubat untuk memperbaikinya.

Taujih tersebut menjadi pembuka dalam musyawarah kerja yang berlangsung selama dua hari. Pembahasan berlanjut ke evaluasi perjalan Tim Parenting Nabawiyah setahun kemarin, beserta penyelenggaraan program unggulan seperti Akademi Keluarga, Kuliah PraNikah, dan Dauroh Qowamah. Selain itu, dalam kegiatan ini juga dibahas perapihan manajemen, peningkatan kualitas SDM, launch buku, dan beberapa program baru seperti Kuliah Online dan program keanggotaan dengan berbagai fasilitas menarik yang akan dimulai tahun ini.

Ya Allah.. bimbinglah kami