Ketika Cinta Bertaqbih

Ketika Cinta Bertaqbih

157
0
BERBAGI

Taqbih berasal dari bahasa Arab yang merupakan masdar dari qabbaha – yuqabbihu yang berarti menjadikan buruk.

Cinta bertaqbih yakni cinta sepenuh syahwat yang menjadikan orang-orang yang memadu cinta menjadi buruk. Buruk secara agama, akhlak, dan moral.

Cinta bertaqbih yakni cinta yang bersemayam pada dua hati yang terlarang. Yang sekarang lebih akrab dengan sebutan pacaran, teman tapi mesra, adek kakak dan sejenisnya.

Pergaulan antara lelaki dan perempuan memang sudah pada taraf yang mengkhawatirkan dewasa ini. Campur baur, keintiman, tanpa jarak, tanpa sekat, tanpa malu, sudah menjadi sebuah keniscayaan.

Lelaki duduk berdempetan dengan perempuan, cengkerama keakraban, sudah dinilai sebagai hal yang lumrah.

Dalam kondisi seperti ini, jamur-jamur cinta bisa dipastikan merebak tanpa kendali, namun sayang bahwa jamur-jamur tersebut beracun, dan menjadikan cinta mereka bertaqbih.

Dalam kondisi seperti ini, bunga-bunga opium zina dan wasilah-wasilahnya pun akan tumbuh bermekaran. Dan itu sudah menjadi sebuah kelaziman.

Dalam kondisi seperti ini, setiap orang beriman akan merasa khawatir akan diturunkannya adzab dari langit.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

إذا ظهر الزنا و الربا في قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله

“Jika perbuatan zina dan transaksi riba telah berkembang di sebuah daerah, maka benar-benar penduduknya telah menghalalkan adzab ALLAH atas diri mereka.” [Shahih al-Jami’ 679]

Ketika cinta bertaqbih, itulah asal muasalnya. Maka diantara solusi agar cinta tidak bertaqbih ialah, dengan menikahkan para remaja secepatnya, budayakan kembali rasa malu, cegah pergaulan bebas, singkirkan tontonan yang tak bermoral, bentengi keluarga dengan ilmu dan iman.

Insyaallah dengannya cinta tidak akan bertaqbih, namun orang-orang yang memadu cinta yang halal itulah yang akan senantiasa bertasbih, memuji ALLAH, karena ilmu dan iman mereka.