Like Father, Like Son

Like Father, Like Son

538
0
BERBAGI

Perilaku anak senantiasa identik dengan perilaku orang tuanya.

Jika orang tua baik, maka anak pun akan menjadi baik. Dan jika orang tua buruk, maka anak pun tidak jauh dari sifat tersebut.

Oleh karenanya kita mengenal peribahasa “Buah itu jatuh, tidak jauh dari pohonnya” atau yang dalam bahasa Inggris diistilahkan dengan “Like father, like son”.

Hal tersebut tidak lain karena anak merupakan peniru ulung. Setiap tindak tanduk dan perilaku orang tua akan terekam dalam memorinya dan akan tersetel secara otomatis dalam interpretasinya.

Itulah hebatnya anak, dan besarnya tanggung jawab orang tua.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم sendiri telah mengisyaratkan hal ini dalam sabda beliau yang mulia,

كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ، أَوْ يُنَصِّرَانِهِ، أَوْ يُمَجِّسَانِهِ

“Setiap anak dilahirkan diatas fitrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia seorang Yahudi, Nasrani ataupun Majusi.” (HR. al

Maka jika kita resapi dengan seksama, seorang anak bisa kita ibaratkan seperti amanah yang dipikul orang tua sehari-hari.

Apakah amanah itu akan diletakkan pada tempat semestinya, sehingga ia bisa menjadi tangga dakian menuju surga. Atau justru menjadi belenggu pemberat yang menjebloskannya ke dalam neraka.

Semua tergantung pada arahan orang tua dalam mendidik anak.

Oleh karenanya seorang penyair pernah berceloteh,

وينشأُ ناشئُ الفتيـانِ منـَّا *** على ما كان عوَّدهُ أبـوه
ومادان الفتى بحجىً و لكن *** يعوِدهُ التدين أقربـوه

“Dan para pemuda kami tumbuh,
diatas kebiasaan bapaknya.

Dan tidaklah seorang pemuda beragama dengan kuat,
melainkan apa yang telah dibiasakan oleh lingkungannya.”

Jika benar Anda merindukan sesosok anak yang shalih dan shalihah maka mulailah dari diri Anda sekarang. Contohkan perilaku yang baik kepada anak-anak Anda, mudah-mudahan mereka menjadi anak-anak yang mampu membawa orang tuanya menuju surga.