MANUSIA YANG DIBENAMKAN KE PERUT BUMI

MANUSIA YANG DIBENAMKAN KE PERUT BUMI

373
0
BERBAGI

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم (يغزو جيش الكعبة فإذا كانوا ببيداء من الأرض يخسف بأولهم وآخرهم ).قالت قلت يا رسول الله كيف يخسف بِِِأولهم وآخرهم وفيهم أسواقهم ومن ليس منهم ؟ . قال ( يخسف بأولهم وآخرهم ثم يبعثون على نياتهم(

Dari ‘Aisyah Radhiyallahhu ‘anha ia berkata ,Rasulullah pernah bersabda:”Nanti akkan ada sekelompok pasukan yang akan menyerang Ka’bah.Kemudian ketika mereka sampai di suatu tanah lapang,mereka semua dibinasakan (ditenggelamkan ke perut bumi) dari orang yang paling depan sampai yang paling belakang.”Aisyah berkata:”Aku bertanya,Ya Rasulullah ,bagaimana mereka dibinasakan semua, orang di barisan terdepan sampai yang paling belakang,padahal ditengah-tengah mereka terdapat pasar-pasar mereka, dan orang-orang yang bukan dari golongan mereka?”Beliau menjawab:”mereka dibinasakan semua,baris terdepan sampai yang paling belakang,kemudian nanti mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niat-niat mereka.”(Mutafaq ‘alaihi,dan lafadz tersebut milik al-Bukhari)

Kandungan Hadits/Fiqh Hadits:
1. Pelajaran untuk menjauhi orang-orang yang yang berbuat kedzaliman sekaligus peringatan agar tidakbergaul dengan mereka atau bergabung dengan orang-orang jahat dan semisalnya,agar tidak mendapatkan siksaan yang ditimpakan kepada mereka.
2. Barang siapa bergabung dengan suatu kaum dengan sukarela dalam kemaksiatan ,maka dosa dan siksaaan akan ditimpakan pula kepadanya.
3. Perbuatan seseorang tergantung niatnya.
4. Pemberitaan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam tentang berbagai hal ghaib ang diperlihatkan oleh Allah keada beliau.Dan itu termasuk masalah-masalah keimanan yang harus diyakini dan hal itu tidak dapat dianggap meragukan hanya karena diriwayatkan melalui hadits ahad yang shahih,karena hadits ahad yang shahih adalah hujah/dalil bagi kita dalam masalah ‘aqidah danhukum syari’ah,dan tidak adaperbedaan diantara keduanya.
5. Di dalam Hadits tersebut terdapat satu rahasia tersembunyi yang menjadi pangkal masalah,dimana ‘Aisyah Radhiyallahu’anhu
belum memahami penyebab ditimpakannya siksa kepada orang yang tidak memiliki keinginan untuk menyerang.
Sudah banyak jalan yang beusaha untuk mengungkap permasalahan ini,ada yang berpendapat bahwa siksaan itu ditimpakan secara umum karena sudah saatnya ajal mereka,kemudian mereka dibangkitkan kembali berdasarkan niat mereka masing-masing.Tetapi ada juga pendapat lain.

Yang tampak jelas olehku adalah bahwa siksaan itu ditimpakan kepada mereka secara umum,sekalipun diantara mereka terdapat orang-orang yang benci,orang yang berbelanja,dan orang sedang dalam perjalanan.sebab,mereka tidak takut terhadap fitnah yang tidak hanya ditimpakan kepada orang-orang zhalim secara khusus,tetapi mereka juga terseret oleh kezhaliman orang-orang tersebut,meskipun mereka sama sekali tidak menginginkannya.Oleh karena itu,digabungkan dengan orang-orang zhalim.
Hal ini diitunjukkaan oleh beberapa ayat al-Qur’an dan juga al-Hadits,bahwa siksaan itu apabila ditimpakan,maka akan mencakup orang-orang shalih yang tidak marah karena Allah ketika melihat suatu kemungkaran,tetapi orang-orang yang selamat adalah orang yang melakukan perbaikan.

Allah Ta’ala berfirman:
َلَوْلاَ كَانَ مِنَ الْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ الْفَسَادِ فِي الأَرْضِ إِلاَّ قَلِيلاً مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ وَاتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُواْ مَا أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ{116} وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَى بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ{117{
Maka mengapa tidak ada dari umat-umat sebelum kamu orang-orang yang mepunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan )kerusakan dimka bumi,kecuali sebagian kecil diantara orang-orang yang telah kami selamatkan diantara mereka,orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada meraka dan mereka adalah orang-orang yang berdosa Dan Rabbmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim,sedang penduduknya orang-orang yang melakukan perbaikan.(QS.Huud:116-117)

Yang demikian itu adalah sunnatullah dalam kehidupan berbagai umat.Maka umat yang di dalamnya terdapat kemungkaran atau kerusakan berupa perintah kepada manusia untuk menyembah selain Allah dengan berbagai bentuknya,maka ada sebagian dari mereka yang bangkit untuk mencegah dan memperingatkan, maka mereka itulah yang selamat dan tidak ditimpa adzab,adapun orang-orang yang tidak mengingkari dan tidak mencegah kemungkaran itu, maka sunatullah akan berlaku atas mereka berupa pembinasaan dan penimpaan adzab,bersama orang-orang yang melakukan kemungkaran.