Membaca Al-Qur’an Tanpa Memahami Artinya

Membaca Al-Qur’an Tanpa Memahami Artinya

56
0
BERBAGI

Apakah dibolehkan membaca Al-Qur’an tanpa memahami maknanya?
Alhamdulillah
Ya, dibolehkan bagi orang mukmin laki dan perempuan membaca Al-Qur’an meskipun tidak memahami maknanya. Akan tetapi dianjurkan baginya mentadaburi dan memikirkan sampai dia memahaminya. Juga merujuk ke kitab-kitab tafsir jika dia dapat memahaminya. Kembali ke kitab-kitab tafsir, kitab-kitab bahasa Arab agar dapat mengambil faedah dari hal itu. Menanyakan ahli ilmu Jika ada yang bermasalah. Maksudnya adalah mentadaburinya. Karena Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:
(كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُوْلُوا الْأَلْبَابِ (سورة ص: 29)
“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

Seorang mukmin hendaknya mentadaburi, maksudnya memperhatikan bacaan dan memikirkan maknanya. Dan memahami maknanya, dengan begitu, dia dapat mengambil manfaatnya. Jika tidak dapat mengambil manfaat makna secara sempurna, dia telah mengambil manfaat makna yang banyak. Maka perlu membaca dengan tadabur dan memahami. Bagitu juga bagi seorang wanita. Mentadabburi Al-Quran agar dapat mengambil manfaat dari firman Tuhannya serta mengetahui maksudnya dan mengamalkannya. Allah subhanahu berfirman:

(أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا (سورة محمد: 24)

“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?.” (QS. Muhammad: 24)

Tuhan kita Azza Wajalla menganjurkan dan mengajak untuk memahami dan mentadaburi Kalam-Nya Subhanahu. Kalau seorang mukmin laki dan perempuan membaca Kitab Allah, maka dianjurkan keduanya untuk mentadaburi dan memahaminya serta memperhatikan apa yang dibacanya. Agar dapat mengambil manfaat dan memahami Kalam Allah. Dan mengamalkan dengan apa yang diketahui dari Kalam Allah. Dalam hal ini, dapat meminta bantuan dari kitab-kitab tafsir yang dikarang para ulama seperti tafsir Ibnu Katsir, tafsir Ibnu Jarir, tafsir Al-Bagowi, Tafsir Syaukani dan kitab tafsir lainnya. Dapat mengambil manfaat juga dari kitab-kitab bahasa Arab. Begitu juga bertanya kepada ulama yang dikenal mempunyai ilmu dan memiliki keutamaan untuk menanyakan berbagai masalah.”

Fatwa Samahatus Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah (Fatawa Nurun ‘Ala Darbi, 1/332)