Membela Nabi Wujud Cinta Seorang Muslim

Membela Nabi Wujud Cinta Seorang Muslim

12
0
BERBAGI
Membela Nabi Wujud Cinta Seorang Muslim

Membela Nabi Wujud Cinta Seorang Muslim

Sesungguhnya membela Rasulullah dan menolongnya merupakan tanda terbesar kecintaan dan pengagungan seseorang kepada Rasulullah.

ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ

kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepada nya dan menolongnya”. (QS. Ali-Imron: 81)

Bacalah gambaran pembelaan orang -orang  terhadap rasulullah dalam firmanNya berikut ini ;

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Juga bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka karena mencari karunia dari Alloh dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Alloh dan rasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS.al-Hasyr 8).

Bukankah potret para sahabat telah memberikan gambaran yang mengagumkan tentang pembelaan mereka terhadap Rasulullah. Mereka mempertaruhkan harta, jiwa dan anak-anak. Potret mereka terlukis dalam kitab-kitab sirah yang tidak samar bagi orang yang mau membacanya.

Adalah sahabat yang mulia Abu Thalhah tatkala perang uhud beliau menjaga Rasulullah dari hujaman anak panah yang mengarah kepadanya, Abu Thalhah berkata, “Demi bapak dan ibuku yang menjadi tebusannya, tidaklah mulia apabila mengenaimu panah dari panah seorang kaum, leherku bukan lehermu”. (HR.Bukhari 4064).

Qais bin Abi Hazim berkata, aku melihat tangan Thalhah terputus pada perang uhud karena melindungi Nabi Sallallahu alaihi wa sallam. (HR.Bukhari 4064).

Muhammad bin Murthadha al-Yamani berkata, “Orang yang menjaga dan membela sunnah nabi bagaikan seorang mujahid fi sabilillah, hendaklah dia mempersiapkan untuk jihad semampunya, berupa peralatan, bekal dan kekuatan, sebagaimana Allah mengatakan:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi. (QS.al-Anfal 60).

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin mengatakan, “Tidak pantas bagi setiap orang mukmin yang mendengar orang yang menyerang syariat nabi atau kepribadiannya kemudian dia diam akan hal itu padahal dia mampu untuk memberi pembelaan”.

(Huquq Da’at Ilaiha al-Fithrah hal.10).