Menjaga Rahasia

Menjaga Rahasia

161
0
BERBAGI

Sesuatu yang jika dia disembunyikan maka dia tetap ada. Namun jika dia ditampakkan maka justru ia tidak ada. Itulah rahasia.

Ada jika tetap tersimpan dan tidak dibocorkan oleh orang yang diberikan amanah. Tidak ada dengan bocornya rahasia tersebut.

Dari Tsabit mengatakan, dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangiku ketika aku sedang bermain bersama anak-anak lain, beliau mengucapkan salam kepada kami, kemudian beliau mengutusku untuk suatu keperluan.

Aku pun telat pulang ke rumah ibuku, ketika aku pulang beliau bertanya, ‘Kenapa kamu terlambat?.’

Aku jawab, ‘Saya tadi diutus Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk suati keperluan.’

‘Apa itu?.’ Timpal beliau

‘Itu rahasia.’ Jawabku

‘Kalau begitu jangan pernah kau ceritakan rahasia tadi kepada seorang pun.’ Tegas beliau.

Anas berkata, ‘Demi ALLAH, andaikata aku mau menceritakan rahasia tadi pada seseorang, maka sudah pasti aku ceritakan kepadamu wahai Tsabit.’ (HR. Muslim)

Seorang muslim adalah seorang yang amanah, dan mampu menjaga rahasia. Tidak membocorkan rahasia kepada seorang pun.

Maka jika ada saudara kita memberikan amanah kepada kita untuk tidak menceritakan rahasianya kepada seorang pun, maka jagalah rahasia tadi.

Demikian pula jika ada orang meminta solusi kepada kita dan ia menceritakan aibnya, maka jangan sebarkan pembicaraan tersebut, dan jangan sekali-kali menyebut person ataupun ciri-cirinya.

Semua itu adalah rahasia yang harus kita jaga. Barangsiapa yang senang mengumbar dan membocorkan rahasia, mengkhianati amanah, maka ia terindikasi sebagai orang munafik.