MUKADIMAH HAJI bag.1

MUKADIMAH HAJI bag.1

2414
0
BERBAGI

Sub bab pertama: Definisi haji

Haji secara bahasa berarti tujuan. Menurut syariat adalah beribadah kepada Allah dengan menunaikan manasik di tempat tertentu di waktu tertentu dengan cara yang sesuai dengan sunnah Rasulullah.

Sub bab kedua: Hukum dan keutamaan haji

Hukum haji: Haji adalah salah satu rukun Islam dan kewajibannya yang agung, berdasarkan Firman Allah,

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Ali Imran: 97).

allah juga berfirman,

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

“sempurnakanlah haji dan umrah karena Allah” (albaqarah; 196)

Berdasarkan hadits Ibnu Umar yang marfu‘ (sampai sanadnya pada Rasulullah),

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسٍ…

Islam dibangun di atas lima dasar…” Nabi menyebutkan diantaranya adalah haji.

Umat islam telah sepakat diwajibkannya haji bagi yang mampu sekali selama seumur hidup.

Keutamaannya: Terdapat banyak hadits-hadits yang menyebutkan keutamaan haji, di antaranya hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا، وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ.

dari umrah (pertama) menuju umrah (berikutnya) adalah pelebur (dosa) di antara keduanya dan haji mabrur tidak mempunyai balasan selain surga.[1]

Rasulullah juga bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلّٰهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ.

Barangsiapa haji karena Allah, lalu dia tidak melakukan rafats (bicara kotor) dan fasik maka dia pulang seperti hari dilahirkan oleh ibunya.[2] Dan hadits-hadits lainnya.

Sub bab ketiga: berapa kali wajib haji?

Haji hanya wajib sekali seumur hidup, lebih dari itu hukumnya sunnah. Berdasarkan hadits Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ فَرَضَ اللّٰهُ عَلَيْكُمُ الْحَجَّ فَحُجُّوْا. فَقَالَ رَجُلٌ: أَكُلَّ عَامٍ يَا رَسُوْلَ اللّٰهِ؟ فَقَالَ: لَوْ قُلْتُ نَعَمْ لَوَجَبَتْ وَلَمَا اسْتَطَعْتُمْ.

Wahai manusia, Allah telah mewajibkan bagi kalian haji maka berhajilah. Seorang laki-laki bertanya, Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun? Nabi menjawab, Kalau aku jawab ya, niscaya haji wajib setiap tahun dan kalian tidak akan mampu.[3]

Juga karena Nabi shallallahu alaihi wasallam sesudah beliau hijrah ke Madinah berhaji hanya sekali saja. Para ulama pun berijma’ bahwa haji wajib bagi siapa yang mampu sekali seumur hidup.

Orang yang sudah mampu harus bersegera menunaikan ibadah haji manakala syarat-syaratnya sudah terpenuhi, bila dia menunda tanpa udzur, maka dia berdosa, berdasarkan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam,

تَعْجَّلُوْا إِلَى الْحَجِّ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَا يَدْرِي مَا يَعْرِضُ لَهُ.

Bersegeralah menunaikan haji karena salah seorang di antara kalian tidak tahu apa yang akan terjadi padanya.[4]

Diriwayatkan secara marfu‘ dan mauquf dari banyak riwayat, yang saling menguatkan satu sama lainnya,

مَنِ اسْتَطَاعَ الْحَجَّ فَلَمْ يَحُجَّ، فَلِيَمُتْ إِنْ شَاءَ يَهُوْدِيًّا وَإِنْ شَاءَ نَصْرَانِيًّا.

Barangsiapa mampu berhaji lalu dia tidak berhaji, maka silakan mati, bila dia mau sebagai orang Yahudi, bila dia mau maka sebagai orang Nasrani.[5]

 

Bersambung…

Diterjemahkan dari kitab fiqih muyassar.

By Abu Usman khatimin, Lc

[1] Diriwayatkan oleh Muslim, no. 1349.

[2] Muttafaq alaihi; diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 1521 dan Muslim, no. 1350.

[3] Diriwayatkan oleh Muslim, no. 1337.

[4] Diriwayatkan oleh Ahmad, 1/314, dihasankan oleh al-Albani dalam Irwa` al-Ghalil, no. 990.

[5] Lihat Nailul Authar, 4/337.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.