“ORANG-ORANG SHALIH DAN AL-QUR’AN”

“ORANG-ORANG SHALIH DAN AL-QUR’AN”

448
0
BERBAGI

Orang-orang shalih begitu dekat dengan Al-Qur’an, pantaslah jika umur mereka menjadi berkah. Hari-hari mereka di lalui dengan membaca Al-Qur’an dan mentadaburinya. Terlebih lagi di bulan Ramadhan.

Qatadah biasa mengkhatamkan Al-Qur’an dalam seminggu sekali, jika tiba Ramadhan maka beliau mengkhatamkannya tiga hari sekali, jika tiba sepuluh hari terakhir maka beliau mengkhatamkannya sehari sekali. Al-Hafidz Ibnu Asakir juga melakukan yang demikian.

Mujahid juga biasa mengkhatamkan Al-Qur’an pada setiap malam Ramadhan. Dan adalah al-Imam asy-Syafi’i biasa mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 60 kali di bulan Ramadhan.
Cerita-cerita tadi bukanlah omong kosong, namun realita yang sanadnya sampai kepada kita. Mereka menjadi mulia karena hari-hari mereka diisi dengan Al-Qur’an, sedang kita menjadi terhina karena hari-hari kita jauh dari Al-Qur’an.

Jika demikian kondisinya, maka, apakah pantas kita mendapatkan syafa’at dari Al-Qur’an, sedang Nabi ‘alahishalatu wasallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

“Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat untuk memberi syafa’at bagi para pembacanya.” (HR. Muslim)

Maka jagalah Al-Qur’an, jadikan ia bacaan harian yang tidak pernah kita tinggalkan. Insyaallah ia akan menjadi pemberi syafaat bagi kita.