Orang Tua Pembalas Dendam

Orang Tua Pembalas Dendam

675
0
BERBAGI

Terasa menyakitkan memang jika kita diperlakukan kasar oleh orang tua kita, dididik dengan kasar, marah-marah, ucapan kasar, bentakkan, bahkan pukulan yang membekas.

Sebagian orang tua yang memang tinggal di daerah-daerah berwatak keras, atau berpendidikan rendah kerap kali mendidik anak-anaknya semacam itu.

Dan produk dari didikkan tersebut sekarang pun menjadi orang tua yang juga pemarah, suka membentak, bahkan memukul anak-anaknya.

Cara ajar orang tua memang acapkali membekas pada anak-anaknya, hingga cara ajar tersebut diterapkan pula pada anak-anak mereka.

Sehingga patutlah Nabi Nuh عليه السلام berdoa,

(وَقَالَ نُوحٌ رَبِّ لَا تَذَرْ عَلَى الْأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِينَ دَيَّارًا * إِنَّكَ إِنْ تَذَرْهُمْ يُضِلُّوا عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوا إِلَّا فَاجِرًا كَفَّارًا)

“Nuh berkata: “Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” [QS. Nuh : 26-27]

Lihatlah ketika Nabi Nuh عليه السلام berargumen bahwa orang-orang kafir tentu akan melahirkan anak-anak yang juga sangat kafir seperti mereka.

Demikianlah, karena cara ajar orang tua kepada anak-anaknya akan membekas pada diri mereka, dan akan mereka aplikasikan pula ketika telah dewasa.

Bagi orang muslim yang dulu pernah dididik oleh orang tuanya dengan cara seperti itu, dan sekarang ia telah menjadi kaum yang terpelajar maka;

> Maafkanlah kesalahan orang tua yang telah keliru dalam mendidik, berbaktilah, balaslah keburukan mereka dengan kebaikan, dan banyak berdoa untuk mereka.

> Jangan menjadi orang tua yang pendendam, dengan melampiaskan siksaan yang dulu pernah ia terima dari orang tuanya kepada anak-anaknya.

> Didiklah anak-anak kita dengan sifat lemah lembut, akhlak terpuji, sabar, dan suka memaafkan.

Jangan sampai mata rantai kedendaman itu tersambung kembali, putuslah, dan jadilah orang yang baik.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.