Pahala Memudahkan Orang Yang Berhutang

Pahala Memudahkan Orang Yang Berhutang

459
0
BERBAGI

ALLAH تبارك وتعالى berfirman,

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَىٰ مَيْسَرَةٍ ۚ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. al-Baqarah : 280)

Ayat ini merupakan salah satu tanda kemuliaan agama Islam. Dimana Islam mengajak kepada pihak yang memberi hutang untuk bersikap toleran.

Diantara bentuk sikap toleran tersebut ialah :

a. Tidak mengambil riba.

Yakni tidak mempersyaratkan tambahan bunga kepada orang yang berhutang.

Karena memakan riba merupakan suatu dosa besar yang diperangi oleh ALLAH dan Rasul-NYA. Orang-orang yang memakan riba benar-benar diancam oleh ALLAH dengan balasan dan siksaan yang amat pedih dan menghinakan.

b. Memberi tangguh kepada orang miskin.

Dengan menangguhkan tempo pembayaran hutang bagi mereka yang masih belum mampu membayarnya.

c. Dengan membebaskan sebagian atau seluruh hutang.

Dengan sikap toleran tersebut para pemberi hutang diberi kabar gembira oleh ALLAH dengan pahala dan ganjaran terbaik, diantaranya :

a. Diberi kemudahan dan keberkahan atas urusannya di dunia.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

“Barangsiapa memudahkan urusan orang yang tertimpa kesulitan, maka ALLAH mudahkan urusannya di dunia dan akhirat.” (HR. Muslim)

b. Ditolong dari kesulitan akhirat.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُنْجِيَهُ اللَّهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ أَوْ يَضَعْ عَنْهُ

“Barangsiapa ingin diselamatkan oleh ALLAH dari kesulitan pada hari kiamat, maka hendaknya ia memberi kemudahan pada orang yang kesulitan (dalam membayar hutang) atau membebaskannya (dari hutang).” (HR. Muslim)

c. Diampuni dan dimasukkan ke Surga.

Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

تَلَقَّتِ الْمَلائِكَةُ رُوحَ رَجُلٍ مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَقَالُوا: أَعَمِلْتَ مِنَ الْخَيْرِ شَيْئاً؟ قَالَ: لا، قَالُوا: تَذَكَّرْ، قَالَ: كُنْتُ أُدَايِنُ النَّاسَ، فَآمُرُ فِتْيَانِي أَنْ يُنْظِرُوا الْمُعْسِرَ وَيَتَجَوَّزُوا عَنِ الْمُوسِرِ قَالَ: قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ: تَجَوَّزُوا عَنْهُ. وَفِي لَفْظٍ «نَحْنُ أَحَقُّ بِذَلِكَ مِنْهُ، تَجَاوَزُوا عَنْهُ»

“Ada ruh seorang lelaki sebelum kalian yang dijumpai oleh para malaikat.

Mereka berkata, “Apakah kamu pernah melakukan satu kebaikan sebelum ini?.”
Ia menjawab, “Tidak pernah.”

Mereka berkata, “Ingat-ingatlah!.”
Maka ia menjawab, “Dahulu aku senang memberi hutang kepada manusia, dan aku menyuruh pelayanku untuk menangguhkan orang-orang yang kesulitan membayar dan bersikap toleran kepada orang yang mampu membayar.”

Rasulullah bersabda, “ALLAH berfirman, “Berilah ia kemudahan.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Sesungguhnya AKU lebih berhak untuk mengampuninya. Berilah dia kemudahan.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

d. Dituliskan baginya pahala sedekah.

عَنْ بُرَيْدَةَ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ ) قَالَ ثُمَّ سَمِعْتُهُ يَقُولُ : ( مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ) قُلْتُ : سَمِعْتُكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ تَقُولُ مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلِهِ صَدَقَةٌ ، ثُمَّ سَمِعْتُكَ تَقُولُ مَنْ أَنْظَرَ مُعْسِرًا فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ ؟ قَالَ : (لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ قَبْلَ أَنْ يَحِلَّ الدَّيْنُ ، فَإِذَا حَلَّ الدَّيْنُ فَأَنْظَرَهُ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ مِثْلَيْهِ صَدَقَةٌ)

Dari Buraidah رضي الله عنه berkata, “Aku mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda,

“Barangsiapa menangguhkan hutang, maka baginya pahala sedekah sejumlah (nominal uang) yang ia hutangkan di setiap harinya.”

Kemudian aku mendengar beliau bersabda, “Barangsiapa menangguhkan hutang, maka baginya pahala sedekah dua kali (nominal) yang ia hutangkan di setiap harinya.

Maka aku bertanya, “Duhai Rasulullah, sesungguhnya saya pernah mendengar Anda bersabda, “Barangsiapa menangguhkan hutang, maka baginya pahala sedekah sejumlah (nominal uang) yang ia hutangkan di setiap harinya.” Kemudian aku mendengar Anda bersabda lagi, “Barangsiapa menangguhkan hutang, maka baginya pahala sedekah dua kali (nominal) yang ia hutangkan di setiap harinya?.”

Beliau صلى الله عليه وسلم menjawab, “(Maksudnya) sebelum jatuh tempo ia akan mendapat pahala sedekah sebesar nominal yang ia hutangkan perharinya. Dan jika sudah jatuh tempo kemudian ia tangguhkan maka ia akan mendapat pahala sedekah dua kali nominal tersebut.” (HR. Ahmad)