PENUHILAH HAK ISTRI

PENUHILAH HAK ISTRI

1211
0
BERBAGI

Jika seorang wanita menolak ajakan suaminya di ranjang malaikat akan melaknatnya hingga pagi hari, sebagaimana hadits sohih,
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح
“apabila seorang laki-laki meminta istrinya di ranjang dan istri menolak kemudian suami bermalam dalam keadaan marah, malaikat akan melaknatnya hingga pagi hari”
Lalu bagaimana dengan seorang suami yang menolak ajakan istrinya, berdosakah?
Tidak diragukan lagi bahwa itu merupakan kezoliman pada istri dengan tidak memenuhi hak  istrinya di ranjang tanpa alasan. Allah telah mengaskan dalam alQuran,
ولهن مثل الذي عليهن بالمعروف {البقرة: 228}
“Bagi wanita memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf” (albaqarah; 228)
Ini juga bagaian hak wanita terhadap suaminya yang wajib dipenuhi.
Bahkan Rasulullah menghawatirkan kaum muslimin untuk tidak menyia-nyiakan hak istri, sebagaimana sabdanya
إني أحرج عليكم حق الضعيفين: اليتيم و المرأة. أخرجه الحاكم وغيره وحسنه الألباني،
“aku khawatir kelian berbuat dosa pada hak dua golongan, yaitu anak yatim dan wanita (istri)” (H.R Hakim dan disohihkan oleh al-Albani)
Dan banyak kisah dalam hadits menceritakan seorang suami yang melalikan hak istrinya diantaranya hak diranjang.
dalam riwayat Abu dawud dan Ahmad, dari Aisyah beliau menceritakan, suatu hari Khuwailah binti hakim bin Umayyah (istri Utsman bin Madz’un) datang menemuinya. Rasulullah melihat Khuwailah kondisinya kusut. Nabi bertanya pada Aisyah, “wahai Aisyah, kenapa penampilan Khuwailah sperti itu?”
Aisyah menjawab, ‘wahai Rasulullah, dia seorang wanita yang bersuami tukang puasa setiap harinya, malamnya selalu solat, dia seperti tidak bersuami. Diapun membiarkan dirinya compang-camping.
Rasulullah kemudian menemui Usman bin madz’un dan bertanya, “wahai Usman, apakah apakah engkau membenci sunnahku?”
‘Demi Allah tidak wahai Rasulullah’ jawab Usman.
Nabipun bersabda, “sesungguhnya aku tidur juga bangun solat, aku berpuasa juga berberbuka, aku juga menikahi wanita. Untuk itu bertaqwalah pada Allah wahai Usman, keluargamu (istri) punya hak, tamumu punya hak, dirimu punya hak. Puasalah, berbukalah, solatlah dan tidurlah”
Hak istri bukan hanya masalah ranjang saja, seorang suami juga harus berhias untuk istrinya yang sesuai dengan tabiat pria sebagaimana istrinya berdandan untuk suaminya.
Sebagaiman difahami oleh Ibnu Abbas dari ayat 228 dalam surat al-Baqarah diatas, beliau mengatakan, ‘Aku akan berhias untuk istriku sebagaimana ia benrdandan untukku’.
Wahai suami penuhilah hak istrimu selama kalian mampu dan tidak memiliki uzur, karena itu hak istri kalian yang wajib dipenuhi. Berhiaslah sebgaiamana engkau mengharapkan istri berhias untukmu.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.