Perbuatan & Konsekuensinya

Perbuatan & Konsekuensinya

421
0
BERBAGI

فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى ، وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى ، فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى

“Adapun orang yang melakukan pemberian dan bertakwa, serta membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.” [Al-Lail: 5-7]

Ada tiga sebab kemudahan yang diterangkan dalam ayat di atas :

1.Kebiasaan memberi.

Firman-Nya, “Adapun orang yang melakukan pemberian” adalah bersifat umum, mencakup pemberian dalam bentuk manfaat maupun dalam bentuk harta. Pemberian manfaat terkadang dengan ilmu pengetahuan, lisan, tenaga, dan pikiran.

2. Menjaga diri di atas ketakwaan.

Allah juga telah menjamin, “Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.”[Ath-Thalâq: 2-3], “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”[Ath-Thalâq: 4]

3. Meyakini adanya Al-Husna (pahala yang terbaik).

Al-Husnâ ditafsirkan oleh para ulama dengan beberapa penafsiran, salah satunya adalah ditafsirkan sebagai Surga / Jannah.
Maka sebagai konsekuensi dari kedermaan dan ketakwaan serta tsiqah billah ini membuahkan hasil yang manis berupa kemudahan. Yaitu kemudahan dalam membiasakan amal kebaikan serta kemudahan memperoleh kebahagiaan dan kelapangan hidup dan kelak dimudahkan jalannya menuju surga.

Ayat ini diturunkan untuk mengabadikan akhlak mulia Abu Bakar ra yang membeli Bilal bin Rabah dari Umayah bin Khalaf serta memerdekakan Bilal tanpa syarat apapun. Zubair bin Awwam menceritakan bahwa pembelian Bilal dihina oleh banyak orang karena menurut mereka alangkah baiknya jika Abu Bakar membeli budak yang lebih baik dari Bilal. Tapi penghinaan ini tak digubris oleh Abu Bakar.

Menurut riwayat lain ayat ini diturunkan untuk mengapresiasi Abu Dahdah al-Anshary yang suatu hari berada di kediaman seorang munafik yang memiliki kurma. Ia melihat kurma-kurma tersebut berjatuhan ke rumah tetangganya yang yatim. Orang munafik tersebut mengambili kurma-kurma tersebut, khawatir akan diambil oleh anak-anak yatim tetangganya. Abu Dahdah al-Anshary berkata kepada mereka, “Biarkan saja itu untuk mereka maka engkau akan mendapat gantinya di surga”. Namun sang munafik tersebut tidak menggubrisnya. Abu Dahdah kemudian membelinya semuanya dan menghibahkannya untuk anak-anak yatim tersebut .

Semoga kita di jadikan orang yang dermawan dan bertaqwa agar Allah Ta’ala memberikan kemudahan bagi kehidupan kita baik di dunia ataupun di akahirat seperti apa yang telah di janjikan dalam ayat di atas.