Pilih Agamanya, Bahagia Pernikahanmu

Pilih Agamanya, Bahagia Pernikahanmu

121
0
BERBAGI

Ada empat pertimbangan utama lelaki dalam memilih seorang wanita yang akan dinikahinya;

1. Kecantikannya
2. Hartanya
3. Status Sosialnya
4. Agamanya

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.

“Wanita dinikahi karena empat sebab; hartanya, status sosialnya, kecantikannya, dan agamanya. Jadilah engkau orang yang beruntung dengan memilih agamanya, jika tidak maka sungguh tanganmu berkemul debu kerugian.” [HR. al-Bukhari dan Muslim]

Masyarakat kita juga mengenal filosofi yang hampir serupa dalam mempertimbangkan pemilihan pasangan hidup.

Dengan bibit, bebet, bobotnya.

Bibit berarti faktor keturunan, apakah wanita tersebut dari keturunan keluarga baik-baik, keturunan keluarga yang subur banyak memiliki anak.

Bebet berarti faktor martabat, status sosial diri dan keluarganya di maayarakat.

Bobot masuk disini faktor agama, kecantikan, iner beauty, kecerdasan dan semisalnya, yang semakin memberatkan bobot seorang wanita untuk dipinang.

Dari sekian banyak kriteria yang menjadi bahan pertimbangan seorang lelaki dalam memilih pasangannya, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberikan petunjuknya kepada kita untuk memprioritaskan agamanya.

Agama lah yang didahulukan dari segalanya. Lihat agamanya dulu, baru lihat yang lain. Jangan sampai terbalik, melihat kecantikan, harta dan martabatnya dulu baru dilihat apakah agamanya bagus atau tidak.

Meskipun kecantikan, martabat, dan harta boleh jadi dinilai kurang, tapi kalau agamanya sangat baik, maka pilihlah, jangan ragu!.

Karena memilih agama adalah sumber kebahagiaan berumah tangga.

Percuma memilih cantik, berharta dan bermartabat tapi agamanya rusak. Karena cantik bisa pudar oleh zaman, kalau sudah tidak cantik hilanglah rasa cinta. Martabat bisa jatuh, kalau sudah tidak bermartabat hilanglah keutuhan rumah tangga. Harta pun bisa terkuras, kalau sudah tak berharta tak ada nilai lagi pernikahan.

Namun dengan agama yang baik rumah tangga akan senantiasa langgeng dan utuh. Ujian hidup, percekcokan, dinamika rumah tangga akan dihadapi bersama dengan arif, bijak dan sesuai agama.

Jika Anda memang lebih memilih kebahagiaan yang sejati dalam hidup berumah tangga, maka pilihlah pasangan yang memiliki agama yang baik, yakinlah setelahnya Anda akan bahagia.