Rasa Malu Menampakan Aurat

Rasa Malu Menampakan Aurat

102
0
BERBAGI

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma berkata,

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ لَمْ يَنْظُرْ اللَّهُ إِلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ) فَقَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ : فَكَيْفَ يَصْنَعْنَ النِّسَاءُ بِذُيُولِهِنَّ؟. قَالَ :(يُرْخِينَ شِبْرًا). فَقَالَتْ : إِذًا تَنْكَشِفُ أَقْدَامُهُنَّ؟. قَالَ : (فَيُرْخِينَهُ ذِرَاعًا لَا يَزِدْنَ عَلَيْهِ)

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, maka ALLAH tidak akan melihatnya pada hari kiamat.’

Ummu Salamah bertanya, ‘Lantas bagaimana yang biasa dilakukan para wanita dengan menyeretkan bajunya?.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Dijulurkan (ke tanah) hingga sejengkal.’

‘Kalau demikian, maka kaki mereka tetap bisa kelihatan.’ Timpal Ummu Salamah.

Beliau menjawab, ‘Julurkan sehasta, dan jangan lebih dari itu.’ (HR. at-Tirmidzi)

Hadits diatas memberikan faidah bahwa kaki wanita adalah aurat yang harus ditutupi. Dan para sahabiyat merasa malu untuk menampakkannya.

Saking malunya mereka hingga sejengkal juluran baju yang menyeret tanah tidak cukup bagi mereka untuk menutupi kaki mereka. Melainkan mereka membutuhkan juluran baju dengan panjang sehasta, agar kaki-kaki mereka tidak terlihat sama sekali.

Sangat berbeda jauh dengan wanita di zaman ini yang justru dengan bangganya memamerkan apa yang ada di atas lutut.

Wanita pada zaman ini benar-benar telah kehilangan rasa malu. Jangan berharap memiliki bangsa yang baik jika wanita-wanita telah kehilangan rasa malunya, sehingguhnya kemajuan bangsa tidak diukur dari kemajuan teknologi, namun diukur dari akhlak manusianya.