Remaja Muslim Pioner

Remaja Muslim Pioner

205
0
BERBAGI

Seorang remaja muslim haruslah produktif dalam prestasi, tidak pasif dan menciutkan potensi.

Bahkan seyogyanya bagi dirinya untuk senantiasa memupuk semangat, menggali potensi, mendesain, menemukan, bereksperimen, memimpin, menulis, dan seabrek prestasi positif lainnya.

Remaja muslim ialah remaja yang aktif dalam kegiatan positif, dan peduli lingkungan. Bukan remaja yang larut dalam nyanyian, pacaran, obat-obatan, permainan dan minuman.

Namun remaja muslim adalah pioner dalam setiap kebaikan.

Berikut merupakan teladan nyata dari para remaja muslim yang telah mencapai prestasi gemilang, semoga kita bisa turut meneladani mereka :

1. Mush’ab bin Umair رضي الله عنه duta besar Islam pertama

Beliau didaulat oleh Nabi صلى الله عليه وسلم menjadi delegasi Islam untuk kaum Anshar pada usia yang masih muda.

Namun demikian beliau adalah orang yang cerdas dan pandai berdiplomasi. Tak tanggung-tanggung, dakwah beliau mencapai hasil yang gemilang dengan masuknya para pembesar kaum Anshar yang kemudian diikuti oleh kaumnya.

2. Usamah bin Zaid رضي الله عنه Penglima Perang Muda

Beliau dilantik sendiri oleh Nabi صلى الله عليه وسلم sebagai panglima pada usia remaja, padahal di dalam pasukannya terdapat orang sekelas Umar bin al-Khattab رضي الله عنه.

3. Imam Syafi’i رحمه الله mufti muda

Humaidi berkata, ”Aku mendengar Muslim bin Khalid Az-Zinji berkata kepada Asy-Syafi’i, ”Berfatwalah wahai Abu Abdillah (kunyah Imam Syafi’i) sesungguhnya engkau telah pantas untuk berfatwa (sedang beliau tatkala itu berumur 15 thn)”. (Lihat Siyar (10/15-16)).

4. Ibn Jarir ath-Thabariy رحمه الله penulis handal

Seandainya seluruh karya ilmiah beliau dikumpulkan jadi satu, maka akan menghasilkan jumlah rata-rata 60 lembar tiap hari dari total umur beliau.

Sedangkan total umur beliau adalah 86 thn. Sehingga beliau dipastikan telah menulis 1,8 juta lbr karya ilmiah, padahal tatkala itu pena dan tinta tidak segampang sekarang pemakaiannya.

Begitulah seyogyanya seorang remaja harus memiliki prestasi yang cemerlang, bukan prestasi yang diharamkan Islam, namun prestasi positif yang bermanfaat di dunia dan akhirat.