Saya suka dengan seseorang pria, tapi sahabat saya juga suka

Saya suka dengan seseorang pria, tapi sahabat saya juga suka

1040
0
BERBAGI

Assalamualaikum ustadz, saya menyukai seseorang tapi teman saya juga menyukai orang tersebut. Dan saya nggak enak sama temen saya ini karena dia sahabat dekat saya, tapi saya sangat sayang banget ustadz! Bagaimana ini ustadz?

 

Jawaban:

Saudariku yang dirahmati Allah, setiap manusia memiliki kecenderungan terhadap lawan jenisnya, ingin mencinta dan dicinta. Sangat wajar, dan ini adalah fitrah setiap manusia. Namun islam telah mengatur perasaan terhadap lawan jenis ini dengan sangat indah sebagai upaya untuk menjaga kehormatan setiap manusia.

Ukhti fillah, bukankah islam memerintahkan kita untuk menahan pandangan (gaddul bashar) dari yang haram kita lihat!

Allah berfirman,

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ. وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ…

“katakanlah pada laki-laki yang beriman: ‘hendaklah mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih lebih suci bagi mereka. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan mereka.’ katakanlah pada wanita yang beriman; ‘hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemluannya’”.  (an-Nur; 30-31)

Imam ibnu katsir berkata: “ayat ini adalah perintah dari Allah untuk menundukkan pandangan-pandangan mereka dari perkara-perkara yang diharamkan. Mereka hanya memandang pada apa yang dibolehkan bagi mereka dan menundukkan pandangan dari yang diharamkan. Kalau kebetulan memandang pada yang haram mereka segera mamalingkan pandangan secepat mungkin” (lihat tafsir ibnu katsir, 3/282. Dengan sedikit perubahan).

Makanya ketika Nabi shallahu alaihi wasallam membonceng Fadhl bin Abbas saat haji, datanglah seorang wanita dari kabilah Khats’am yang meminta fatwa pada Nabi shallallahu alaihi wasallam.  Fadhl bin Abbas memandangi wanita tersebut, kemudian Beliau memalingkan wajah Fadhl agar tidak melihat wajah wanita tersebut.  Paman Beliau –al-Abbas- bertanya, mengapa engkau memalingkan kepala anak pamammu wahai Rasulullah?

Beliau menjawab,

” رَأَيْتُ شَابًّا وَشَابَّةً فَلَمْ آمَنِ الشَّيْطَانَ عَلَيْهِمَا ”

“aku melihat seorang pemuda dan pemudi, maka aku tidak merasa aman (khawatir) dari setan terhadap keduanya” (Hr. Ahmad no.562 dan at-Tirmidzi no.885 dalam kitab Haji).

Semua ini tidak lain hanya untuk menjaga kehormatan setiap muslim supaya tidak terjerumus dalam kubangan dosa dan maksiat.

Ketahuilah saudariku, islam sama sekali tidak melarang ummatnya untuk mencinta dan dicintai. Islam hanya mengaturnya bagaimana selayaknya menyalurkan fitrah tersebut.

Bagaimana ajaran islam untuk menyalurkan rasa cinta ini? Hanya ada 2 (dua) syarat:

Pertama: Harus dengan lawan jenis, karena dengan sesama jenis haram hukumnya dan pelakunya dilaknat Allah. Wal’iyadzubillah…

Kedua: Tentunya setelah akad nikah, (ini yang terpenting) dengan demikian kita tidak merasa khawatir ketahuan orang atau hamil diluar nikah dan juga terhindar dari DOSA ZINA.

kebanyakan orang sekarang terlalu sering nonton sinetron yang tidak mendidik, yang mempertontonkan gaya hidup barat, atau kisah cinta ROMEO & JULIET!

Tahukah anda kisah cinta mereka? tragis, sama sekali tidak bahagia, keduanya mati buduh diri akibat cinta yang penuh kepalsuan dan tidak tersampaikan. Hanya dengan mengatasnamakan cinta, sejatinya NAFSU belaka, hingga mati sia-sia.

Bandingkan dengan kisah cinta Nabi kita tercinta, bagaiman Beliau membina hubungan cintanya dan berakhir Indah. Bahkan Allah janjikan mereka dengan surga! Kisah yang begitu romantis, sebagaimana diceritakan dalam shahih Bukhari (no. 890, 4438) dan shahih Muslim saat-saat Beliau wafat dipelukan istri yang dicintainya… Ohh so sweet.

saya ingin bertanya, Siapakah panutan kita? ROMEO&JULIET? Atau Nabi kita yang mulya Muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Kalau kita cinta nabi, (dan saya yakin setiap muslim cinta Nabi) Maka ikutilah jejak Nabi kita tercinta, kita akan selamat dunia dan akhirat. Engkau akan menemukan manisnya cinta dalam mahligai rumah tangga.

Cinta sejati adalah cinta yang dibangun atas dasar ketaatan kita pada Allah,  Selain itu hanya NAFSU belaka.

So..

Anda ingin cinta yang penuh keindahan, tanpa khawatir ketemuan dengan pria idaman, dan berkah dihari kemudian?! Atau ingin cinta yang sejatinya hanya nafsu belaka, dan selalu khawatir kalau janjian dan laknat dari Sang Pencipta??!