Sebaik Baik Shaf Wanita

Sebaik Baik Shaf Wanita

24
0
BERBAGI

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

((خير صفوف الرجال أولها وشرها آخرها، وخير صفوف النساء آخرها وشرها أولها))

“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang terdepan, dan yang terjelek adalah yang terakhir. Dan sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir, dan sejelek-jeleknya adalah yang terdepan.” (HR. Muslim)

Sebaik-baik shaf bagi wanita adalah yang terakhir, dan sejelek-jelek shaf mereka adalah yang pertama.

Itu karena pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam antara shaf laki-laki dan shaf perempuan tidak ada satir (atau pembatas). Sehingga para wanita yang berdiri di shaf yang paling depan pun bisa terlihat oleh laki-laki yang berdiri di shaf yang paling belakang, sehingga kedua shaf tersebut disebut oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai shaf terjelek.

Dalam kondisi demikian, dimana antara shaf laki-laki dan perempuan tidak ada pembatas, maka shaf pertama perempuan dimulai dari belakang berlanjut hingga terus ke depan bagi orang yang datang belakangan.

Namun dalam kondisi antara keduanya terdapat pembatas yang menghalangi, maka hal tadi tidak berlaku lagi, karena illah dari larangan sudah terangkat, kapan pun illah terangkat maka hukum (larangan) pun juga ikut diangkat.

Maka tidak mengapa jika ada satir (pembatas) bagi para wanita untuk memulai shafnya dari depan.

Hal ini juga berlaku pada kegiatan lain diluar shalat, semisal tempat duduk kuliah, atau acara-acara yang disitu terdapat laki-laki dan wanita di dalam satu ruangan, maka jika tidak ada pembatas shaf wanita yang paling baik adalah yang paling akhir atau yang paling jauh dengan shaf laki-laki.

Dari hadits diatas juga bisa dipetik faidah, bahwa syariat sangat mencela seluruh wasilah (perantara) yang akan menghantarkan seseorang kepada perbuatan nista dan haram. Maka setiap wasilah yang akan menghantarkan seseorang kepada perbuatan haram harus ditutup dan dibendung.