Tanya Jawab Mawaddah Center : ENGGAN MENIKAH ?

Tanya Jawab Mawaddah Center : ENGGAN MENIKAH ?

896
0
BERBAGI
Health insurance concept

Hamba Allah, Pekalongan. HP: 0852********.

Assalamu’alaikum. Teman saya umur 30an, sudah jadi PNS namun enggan menikah karena dia merasa masih belum siap karena dia jadi tulang punggung Keluarga. Ibunya sakit-sakitan sedangkan adik dan kakaknya janda. nasehat apa yang sebaiknya saya berikan?

Jawaban: Wa ‘alaikumussalm, Nasihatilah teman anda sebagai berikut dengan cara lemah lembut.
Menikah adalah jalan untuk meyalurkan kebutuhan biologis laki-laki dan wanita normal dalam bingkai rumah tangga demi memelihara kemaluan dan kehormatan diri. Menikah juga sebagai sarana untuk menyempurnakan separuh agama, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

” إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ كَمُلَ نِصْف الدِّينِ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي ”

“jika seseorang menikah , maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya bertakwalah pada Allah pada separuh sisanya”. (Hadits riwayat al-Baihaqi dalam kitab “syua’abul Iman” no:5100 dan lainnya. Dishahihkan oleh imam al-Albani dalam kitab silsilah as-Shahihah no.625.

Coba perhatikan, keutamaan menikah yaitu menyempurnakan separuh agama kita, dan kita tinggal menjaga diri dari separuh sisanya. Kenapa demikian?

Al-Mula ‘Ali al-Qori dalam kitabnya Mirqotul mafatih saat membahas hadits diatas beliau menukil perkataan al-Gazhali: ‘pada umumnya perkara yang merusak agama (seseorang) yaitu kemaluan dan perut. Dengan menikah berarti menjaga dari salah satunya, karena nikah merupakan benteng dari godaan setan, pencegah gejolak syahwat dan menundukkan pandangan serta menjaga kemaluan’.

Dengan menikah juga segala urusan akan dimudahkn oleh Allah, bahkan akan dijadikan kaya dengan perantara menikah. Allah berfirman dlm alQuran surah Annur ayat32;

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Kawinkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha mengetahui.”

Ibnu Mas’ud berkata: “Carilah kekayaan dengan menikah”. Jadi, jangan khawatir menikah. Belum ada ceritanya orang jadi miskin gara-gara nikah. sebaliknya Allah malah memberikan solusi dari segala masalahnya dan akan diberikn rizki bagi hambaNya.

Menikah berarti meneladani Rasulullah, Sebagaiman firman Allah,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

“kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan” (ar-ra’du: 38)

Senada dengan ayat diatas Rasulullah bersabda,

أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ: الحَيَاءُ، وَالتَّعَطُّرُ، وَالسِّوَاكُ، وَالنِّكَاحُ

“ada empat perkara termasuk sunnah para rasul: malu, memakai wewangian, bersiwak dan nikah” (hadits riwayat at-Tirmidzi no.1080)

Kesimpulannya, janganlah ragu untuk menikah. Allah pasti akan memudahkan hambanya yang berbuat kebajikan dan menolongnya. Jangan khawatir karena menikah anda tidak bisa membiayai keluarga karena Allah akan beri kecukupan, setiap orang sudah Allah tentukan masing-masing rizkinya.

Jadi, menikahlah. Allah akan mencukupi dan memudahkan setiap urusan. Wallahu a’lam.

Penulis : Tim Mawaddah Center