Tontonan Menjadi Tuntunan

Tontonan Menjadi Tuntunan

276
0
BERBAGI

Media pertelevisian mengalami kemajuan yang pesat dalam satu dekade terakhir.

Banyak chanel-chanel TV baru bermunculan, menawarkan program-program yang menghibur dan membuat betah para pemirsa untuk berlama-lama di depan televisi.

Para pemilik stasiun TV sangat sadar betul, bahwa dunia hiburan dan pertelevisian merupakan bisnis yang menjanjikan dan menggiurkan.

Miliaran rupiah dapat diraup perharinya dari sponsor, hanya dengan sedikit perolehan rating penayangan.

Namun sayang, orientasi mereka terhadap dunia tidak dibarengi dengan agama. Akibatnya mereka tidak mempedulikan lagi aspek halal dan haram dalam tontonan.

Yang mereka pikirkan hanya mendapat rating tinggi untuk mendulang rupiah dari setiap iklan.

Makanya, tontonan-tontonan yang membangkitkan syahwat, bersifat kesenangan semata, gaya hidup, drama, kontroversi, dan semacamnya lebih mereka unggulkan. Karena tontonan-tontonan yang semacam inilah yang akan menghasilkan rating yang tinggi.

Terlebih hal tersebut ditunjang dengan rendahnya taraf pendidikan masyarakat kita, karena rendahnya pendidikan berbanding lurus dengan kecenderungan syahwat, hingga menu-menu tontonannya yang dipilih pun tidak ada yang bersifat edukatif.

Maka lengkap sudah, perusakkan moral dari dua sisi.

Masyarakat yang seharusnya diedukasi karena taraf pendidikan mereka rendah, malah justru semakin dirusak dengan tontonan. Jadilah tontonan menjadi tuntunan.

Jika kita merasa masih memiliki nurani, maka marilah kita kempanyekan televisi Islami, tontonan edukatif dan Islami, yang membahas tentang iman, moral dan ilmu pengetahuan.

Ganti chanel-chanel TV kita dengan chanel-chanel Islami, jika tidak mampu maka lebih aman kita ganti pesawat TV dengan buku cerita, bermain di alam, bermain bersama anak dan sejenisnya.

Banyak sekali alternatif-alternatif hiburan yang mubah dan lebih bermanfaat. Daripada moral kita, keluarga dan anak-anak menjadi rusak dikarenakan tontonan.

BERBAGI
Artikel sebelumyaLomba Hafal Sunnah
Artikel berikutnyaSemushaf Berdua