Waktu Keluarga

Waktu Keluarga

943
0
BERBAGI

Sebagai sorang suami sekaligus ayah tentulah ia sangat sibuk mencari nafkah keluarga.

Mulai dari Senin hingga Senin lagi, dari ba’da Subuh hingga ba’da Isya, acapkali tidak ada waktu untuk keluarga.

Sedih memang rasanya, melihat anak-anak penyejuk hati pulas saat berangkat, dan tertidur saat pulang.

Hampir-hampir anaknya menjadi lupa, bahwa dia memiliki seorang ayah. Hampir-hampir anaknya lupa, bagaimana rupa dan perangai ayahnya.

Oleh karenanya, seorang ayah mestilah memiliki waktu khusus dengan keluarga, waktu yang rutin ia habiskan bersama keluarganya.

Dan inilah teladan kita Rasulullah صلى الله عليه وسلم di tengah kesibukan beliau sebagai utusan ALLAH, sebagai kepala negara, sebagai hakim, pemimpin perang, dan juru dakwah, akan tetapi beliau tetap bersedia meluangkan waktu untuk keluarganya, bercanda dan bercengkerama bersama mereka.

Dari Aisyah رضي الله عنها berkata, “Wahai keponakanku, Rasulullah dahulu tidak pernah membeda-bedakan pembagian jatah menginap untuk kami (istri-istrinya), dan hampir-hampir tidak ada satu hari pun kecuali beliau berkunjung ke tempat kami semua. Beliau mendekati setiap istrinya tanpa mencumbu, hingga akhirnya beliau pun sampai dan menginap di tempat istri yang mendapat jatah menginap.” (HR. Abu Dawud)

Maka jika Anda seorang karyawan ataupun pegawai, jadikanlah masa libur Anda dalam sepekan menjadi waktu khusus bagi keluarga.

Dan jika Anda seorang pedagang ataupun pelaku bisnis yang hampir-hampir tidak pernah libur setiap hari, maka luangkanlah waktu rutin secara berkala untuk libur dan manfaatkan sebaik-baiknya waktu tersebut dengan keluarga.

Yang demikian karena keluarga juga memiliki hak atas kita, maka sudah seyogyanya bagi kita untuk memberikan hak mereka sebaik-baiknya.