WUDHU DAN SHALAT (Bagian II)

WUDHU DAN SHALAT (Bagian II)

479
0
BERBAGI
Muslim man prays in mosque

11. Berdoa Ketika Masuk Dan Keluar Masjid.

Dari Abi Humaid As-Saadi atau dari Abi Usai radhiallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila seseorang dari kalian masuk masjid maka ucapkanlah: ‘Allahummaf tah lii abwaaba rahmatik’ (artinya: Ya Allah bukakan untukku pintu-pintu rahmatmu), dan apabila hendak keluar maka ucapkanlah: ‘Allaahumma innii as’aluka minta fadhlik’ (Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dari karunia-Mu)”. (HR Muslim:1652)

12. Shalat Dengan Menggunakan Sutrah (Pembatas).

Dari Musa bin Thalhah dari bapaknya ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika seseorang di antara kalian telah meletakkan di depannya seperti kayu yang berada di ujung belakang pelana, maka hendaknya dia sholat dengan tidak usah menggubris setiap yang lewat di belakang (sutrah) tadi.” (HR Muslim:1111)

Sutrah adalah pembatas yang terletak atau diletakkan di depan orang yang sedang melaksanakan shalat dengan tujuan menghalangi orang atau binatang yang melewati di tempat sujudnya dan menahan pandangannya dari yang dibalik sutrah.

Sutrah ini bisa berupa dinding, tembok, tiang, meja, kursi, kardus, dan lain-lainnya.
Ukuran kayu di ujung belakang pelana adalah setinggi satu hasta.

13. Duduk Iq’a Antara 2 Sujud.

Dari Abu Az-Zubair bahwa dia mendengar Thawus berkata; kami bertanya kepada Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu mengenai duduk iq`a’ (duduk bersimpuh) di atas kedua tumit di antara sujud.” Ibnu Abbas menjawab; “Itu termasuk sunnah.” Kata Thawus; “kami berkata; “Sesungguhnya kami melihatnya kurang sopan.” Ibnu Abbas menjawab; “Itu adalah sunnah Nabimu ﷺ.” (HR. Muslim:1198).

Duduk iq’a yaitu dengan menghamparkan kedua kaki dan menduduki keduanya, dan itu dilakukan ketika duduk di antara 2 sujud.

14. Duduk Tawarruk.

Dari Abu Humaid as-Sa’idi radhiallahu ‘anhu berkata: ‘Ketika Rasulullah ﷺ di raka’at akhir, beliau mengeluarkan kaki kirinya, menegakkan kaki yang lain kemudian duduk pada tempatnya.’ (HR.Bukhari:828).

15. Memperbanyak Doa Sebelum Salam.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhuma berkata: ‘Kami pernah bersama Nabi ﷺ, sampai beliau berkata: “.. kemudian pilihlah doa pada Allah yang disukai, lalu doalah.” (HR. Bukhari:835).

16. Melakukan Shalat Sunnah Rawatib.

Dari Ummu Habibah radhiallahu ‘anha berkata: ‘Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim shalat sunnah untuk Allah setiap hari sebanyak 12 raka’at selain shalat wajib, melainkan Allah telah membangunkan baginya sebuah rumah di dalam surga”. (HR. Muslim:1696)

Shalat sunnah rawatib ada 12 rakaat dalam sehari semalam:
1. 4 rakaat sebelum Dzuhur dan 2 rakaat setelahnya.
2. 2 rakaat setelah Maghrib.
3. 2 rakaat setelah Isya.
4. 2 rakaat sebelum shalat Subuh.

17. Shalat Dhuha.

Dari Abu Dzar radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah ﷺ bahwasanya beliau bersabda :
“Setiap ruas tulang dari seseorang di antara engkau semua itu setiap paginya hendaklah diberikan sedekahnya, maka tiap tasbih – bacaan Subhanallah – adalah sedekah, tiap tahmid -bacaan Alhamdulillah – adalah sedekah, tiap tahlil bacaan La ilaha illallah – adalah sedekah, tiap takbir – bacaan AllahuAkbar – adalah sedekah, memerintah pada kebaikan adalah sedekah, melarang kemungkaran adalah sedekah dan yang sedemikian itu dapat dicukupi – diimbangi pahalanya – dengan dua rakaat shalat yang seseorang kerjakan di waktu dhuha”. (HR. Muslim:1671)

Waktu yang paling utama untuk mengerjakan shalat Dhuha adalah ketika tingginya siang dan panasnya matahari.

Dan waktu berakhirnya yaitu ketika seseorang berdiri di tengah bayangannya.
Dan paling sedikitnya 2 rakaat dan tidak ada batas untuk paling banyaknya.

18. Melaksanakan Shalat Malam.

Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ ditanya: ‘Shalat apa yang paling utama setelah shalat Fardhu?’, maka Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat yang paling utama setelah shalat Fardhu adalah shalat ditengah malam” (HR. Muslim:2756)

19. Shalat Witir.

Dari Ibnu ‘Umar radhiallahu anhuma bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda: “Jadikanlah akhir shalat malammu shalat witir.” (Muttafaqun ‘alaihi:998-1755)

20. Shalat Dengan Memakai Sendal Jika Keduanya Dipastikan Kesuciannya.

Anas bin Malik radhiallaahu ‘anhu ditanya: ‘Apakah Nabi ﷺ pernah shalat dengan memakai sendal? Beliau menjawab: ‘Ya’. (HR.Bukhari)